KUA Lendah Selenggarakan Kajian Kitab pada Majelis Taklim Selapanan Masjid Al-Ula

Kulon Progo (KUA Lendah) — KUA Lendah memberikan pembinaan dan pendampingan majelis taklim di Masjid Al-Ula, Maesan, Wahyuharjo, dengan sasaran jemaah masjid setempat, Sabtu (8/8/2026) pagi. Majelis taklim selapanan ini dilaksanakan rutin setiap bulan dan diisi Fariq Nur Rokhim, M.A., dengan referensi Kitab Al-Mau’idzah fi Ahadis al-Qudsiyah karya Imam Nawawi.

Penyuluh Agama Islam KUA Lendah, Alfaenawan, turut mendampingi kegiatan ini dan menyampaikan sambutan.

“Kita sebagai seorang muslim hendaknya berhati-hati dalam bertindak, tidak boleh menyepelekan hal-hal kecil. Dosa kecil jika diabaikan akan membawa konsekuensi yang besar,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, Fariq mengisahkan seorang saleh yang rajin beribadah namun dibujuk mencicipi khamar. Ia mengira minum sedikit hanya dosa ringan, namun akhirnya menjadi ketagihan hingga minum berlebihan sehingga menimbulkan ketidaksadaran dan melakukan tindakan asusila.

“Kisah ini menjadi pengingat bagi kita untuk berhati-hati dalam beramal, karena iblis selalu menggoda setiap orang yang beribadah — orang saleh pun akan digoda untuk berbuat keburukan. Semoga kita bisa terhindar dari godaan setan serta dapat menjalankan amal saleh hingga akhir hayat,” ujar Fariq.

Para jemaah tampak antusias mengikuti sesi diskusi dalam kegiatan ini.

Kepala KUA Lendah, Zamroni, S.Ag., M.S.I., mendukung sinergi KUA dengan tokoh masyarakat agar pemahaman keagamaan dapat diimplementasikan dengan baik.

“Kami berharap program majelis taklim selapanan ini membantu masyarakat Maesan untuk saling belajar dan mengingatkan sehingga pemahaman keagamaan dan moderasi beragama dapat terinternalisasi secara optimal,” ujar Zamroni. (alf/gus/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *