KUA Pengasih dan PKH Edukasi Warga Karangsari: Dari Bahaya Judi Online hingga Memaknai Kemerdekaan

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan, KUA Pengasih kembali bersinergi dengan Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) melalui program SIKAP BAIK (Sinergi KUA dan PKH Berdaya Agamis Inklusif) dan Pusaka Sakinah. Kegiatan P2K2 PKH ini digelar di kediaman Rina Susilowati, Sendang RT 033 RW 015, Kalurahan Karangsari, Kapanewon Pengasih, pada Kamis (6/8/2026) pukul 10.00 WIB.

Dalam kesempatan tersebut, Pendamping PKH Rahayu Apendi menyampaikan imbauan tegas terkait pemanfaatan bantuan sosial. Ia menekankan bahwa penerima bansos yang terbukti menyalahgunakan dana atau rekening PKH untuk kegiatan judi online (judol) terancam dicabut status kepesertaannya. Edukasi pengelolaan keuangan keluarga terus digencarkan agar bantuan pemerintah benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, pendidikan, dan kesehatan keluarga.

Sementara itu, Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos., memberikan keteladanan spiritual lewat materi bertema mensyukuri kemerdekaan. Musodiqin mengajak warga untuk merawat nikmat kemerdekaan dari Allah SWT melalui tanggung jawab nyata yaitu Pertama; Ibadah yang Baik: Menguatkan hubungan spiritual kepada Sang Pencipta sebagai wujud rasa syukur. Kedua; Menjadi Pribadi Bermanfaat: Bekerja secara jujur, menjaga tali silaturahmi dan persaudaraan antartetangga, serta berkontribusi aktif merawat keutuhan bangsa.

Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., mengapresiasi penekanan materi yang dinilainya sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini. “Kami sangat mendukung edukasi yang menyentuh aspek hukum, ekonomi, dan spiritual sekaligus. Penyalahgunaan bansos untuk judi online tidak hanya merusak tatanan ekonomi keluarga, tetapi juga menyalahi norma agama. Melalui kolaborasi program SIKAP BAIK dan Pusaka Sakinah, kami ingin memastikan masyarakat tidak hanya paham cara mengelola rizki secara bijak, tetapi juga mampu mengisi kemerdekaan dengan akhlak terpuji dan kerja jujur,” ungkap Rangga.

Melalui edukasi dan bimbingan keagamaan berkelanjutan ini, diharapkan para KPM PKH di wilayah Karangsari makin bijak memanfaatkan bantuan serta mampu menciptakan keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.(lua/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *