Motivasi Murid Wujudkan Mimpi Melalui Kampus, MAN 2 Kulon Progo Hadirkan Bunda Cinta

Kulon Progo (MAN 2 Kulon Progo) – Dalam rangka mempersiapkan mental, arah studi lanjut, serta memperkuat sinergi antara siswa dan orang tua, MAN 2 Kulon Progo menyelenggarakan Seminar Motivasi dan Parenting bertajuk “Menentukan Langkah Terbaru – Melalui Kampus Impian”. Acara ini berlangsung meriah di Aula Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu (GPPT) Kampus Pusat MAN 2 Kulon Progo, Jalan Pahlawan, Gotakan, Panjatan, pada Rabu (5/8/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas XII beserta orang tua/wali murid mereka. Turut hadir dalam acara ini Ketua Komite MAN 2 Kulon Progo, H. Asnawi, jajaran guru bidang Kurikulum, serta para guru pembimbing akademik kelas XII.
Hadir sebagai narasumber utama, pakar psikologi Yogyakarta, Dr. Shinta, M.Si., M.A., yang akrab disapa Bunda Cinta. Bunda Cinta merupakan seorang dosen, konselor, trainer, praktisi psikologi yang berafiliasi dengan Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), serta instruktur tersertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP KPK).
Dalam paparannya yang interaktif dan penuh energi, Bunda Cinta menekankan pentingnya mengoptimalkan peran Tri Pusat Pendidikan, yaitu integrasi antara sekolah (guru), keluarga (orang tua), dan masyarakat/komunitas. Menurutnya, ketiga elemen ini merupakan ekosistem pendidikan yang harus saling mendukung demi mengukir masa depan anak.
“Sekolah, masyarakat, dan keluarga adalah ekosistem pendidikan yang harus bersinergi. Tugas utama orang tua adalah bisa mendampingi anak-anak mengikuti proses pendidikan dengan nyaman dan menyenangkan,” tegas Bunda Cinta di hadapan 220 peserta dan orang tua mereka.
Bunda Cinta juga mengingatkan pentingnya komunikasi terbuka antara anak dan orang tua dalam menentukan pilihan pascasekolah, apakah akan melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui SNBP/SNBT, jalur Mandiri, maupun mendaftar di Sekolah Kedinasan (seperti PKN STAN, IPDN, Poltekip/Poltekim, dan lainnya).

Dalam sesi seminar, Bunda Cinta menyampaikan bahwasanya kesuksesan tidak diraih secara instan, melainkan harus mengikuti hukum alam lewat kerajinan dan ketekunan (Suk-Ses = Suka Proses). Cita-cita besar selalu dimulai dari usaha yang besar pula. Para siswa juga diajak untuk berani keluar dari zona nyaman (Comfort Zone) menuju zona belajar dan zona tumbuh agar mampu mentargetkan capaian baru serta siap menghadapi tantangan.
Di sisi lain, orang tua diimbau untuk senantiasa memenuhi kebutuhan emosional anak, seperti memberikan kasih sayang, perhatian, rasa dihargai, diterima, dan didengarkan. Pembangunan konsep diri positif pun menjadi landasan utama kesuksesan yang diawali dari Positive Thinking, Positive Feeling, Positive Speaking, hingga Positive Acting.
Bunda Cinta turut menyoroti manajemen penggunaan smartphone (Smartphone Just for Smart People). Mengingat perkembangan otak remaja berlangsung hingga usia sekitar 25 tahun, paparan layar maupun konten singkat yang berlebihan dapat menurunkan daya fokus dan kontrol diri siswa, sehingga diperlukan kearifan dalam memanfaatkannya.
Di penghujung acara, Bunda Cinta memberikan beberapa dorongan motivasi yang menyentuh hati para siswa dan orang tua:
“Bisa menjadi seorang siswa adalah sebuah karunia, tetapi mengizinkan diri menjadi siswa yang keren dan luar biasa adalah sebuah pilihan. Begitu pula menjadi orang tua: jika ingin punya anak-anak yang luar biasa, orang tuanya juga harus luar biasa.”
“Kesuksesan seseorang tidak selalu tergantung dari bagaimana latar belakang keluarga kita, tetapi sangat tergantung dari bagaimana keputusan kita. Tentukan langkahmu tanpa tapi, tanpa nanti.”
Melalui penyelenggaraan seminar motivasi dan parenting ini, MAN 2 Kulon Progo berharap para siswa kelas XII semakin mantap, percaya diri, dan memiliki kesiapan mental yang matang dalam meraih kampus impian, disertai dukungan utuh dan restu dari orang tua masing-masing. (gia)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!