Musera Gelar Edukasi Kesehatan Mental Stop Bullying

Kulon Progo (Musera) – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa sukses menggelar kegiatan Edukasi Kesehatan Mental dengan tema Stop Bullying bagi peserta didik kelas IV MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) pada Senin (3/8/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman sejak dini kepada anak-anak mengenai bahaya perundungan serta pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan madrasah. Suasana ruang kelas tampak hidup dengan antusiasme tinggi dari para murid yang menyimak materi secara interaktif.

Hadir sebagai pemateri, Sindy Tamara dan Ratri Rahayu memaparkan materi dengan pendekatan yang hangat dan mudah dipahami oleh anak-anak. Dalam penjelasannya yang mendalam, Sindy menekankan dampak buruk perundungan yang sering kali tidak terlihat secara fisik namun merusak mental korban.
”Perundungan atau bullying itu bukan sekadar candaan. Tetapi tindakan yang bisa melukai hati teman kita dalam waktu yang sangat lama. Setiap anak berhak merasa aman dan bahagia saat belajar di madrasah. Jadi mari kita stop segala bentuk ejekan atau kekerasan fisik maupun verbal mulai hari ini,” tegasnya.

Senada dengan hal tersebut, Ratri menambahkan kiat-kiat praktis bagi para murid untuk membangun lingkungan pertemanan yang sehat dan saling mendukung. ”Kesehatan mental kalian sangat berharga. Salah satu cara menjaganya adalah dengan saling menghargai perbedaan yang ada. Jika kalian melihat ada teman yang disakiti atau dikucilkan, jangan diam saja. Jadilah pembela mereka atau segera laporkan kepada guru di madrasah agar bisa dibantu penyelesaiannya,” tambah Ratri.

Kegiatan positif ini mendapat apresiasi dan dukungan penuh dari pihak madrasah. Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I. menyampaikan bahwa edukasi seperti ini sangat krusial dalam mendukung pembentukan karakter serta lingkungan belajar yang kondusif. “Kami sangat berterima kasih dan mendukung penuh inisiatif dari para mahasiswa KKN Tamansiswa ini. Karena edukasi kesehatan mental dan pencegahan bullying merupakan fondasi penting bagi perkembangan emosional anak. Semoga materi yang didapatkan hari ini bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di madrasah,” ujar Kamad.

Dampak positif dari edukasi ini langsung dirasakan oleh para peserta. Salah satunya adalah Askha Khairunissa, murid kelas IV Musera yang mengikuti acara dengan saksama. Setelah mendengar paparan materi, Askha mengaku menjadi lebih paham tentang arti penting menghargai sesama teman. “Sekarang saya jadi benar-benar mengerti kalau kita sesama teman itu harus saling membantu dan tidak boleh memilih-milih teman, serta wajib menjaga toleransi agar tidak ada yang merasa sedih karena di bully,” kata Askha. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama #MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *