Pameran Buku Perpustakaan Kanzul’Ilmi MAN 3 Kulon Progo Semarakkan Literasi Siswa
Kulon Progo (MAN 3 KP) – Perpustakaan Kanzul’Ilmi MAN 3 Kulon Progo menggelar pameran buku untuk mempromosikan koleksi terbaru sekaligus menumbuhkan minat baca siswa melalui tema menyongsong Kemerdekaan Republik Indonesia. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Perpustakaan Kanzul’Ilmi selama dua hari, Kamis-Jumat (20-21/8/2026), dengan menampilkan novel-novel best seller, buku sejarah, serta karya tokoh-tokoh nasional. Kepala MAN 3 Kulon Progo, Nurhayanti, S.Pd., M.Sc., menyampaikan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya madrasah untuk memperkuat budaya literasi di kalangan siswa.

“Pameran buku ini merupakan kegiatan yang sangat positif karena memberikan kesempatan kepada siswa untuk lebih dekat dengan buku. Kami berharap siswa tidak hanya datang ke perpustakaan untuk meminjam buku, tetapi juga memiliki rasa ingin tahu dan ketertarikan untuk membaca berbagai jenis buku yang dapat menambah wawasan dan pengetahuan,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa momentum bulan kemerdekaan menjadi waktu yang tepat untuk memperkenalkan kembali berbagai buku bertema sejarah dan perjuangan bangsa. Melalui buku, siswa dapat mengenal tokoh-tokoh bangsa, memahami perjalanan sejarah Indonesia, serta mengambil nilai perjuangan yang dapat diterapkan dalam kehidupan masa kini.
“Generasi muda perlu memahami bahwa kemerdekaan yang kita nikmati hari ini merupakan hasil perjuangan dan pengorbanan para pendahulu. Membaca buku sejarah dan karya para tokoh dapat menjadi salah satu cara untuk mengenang perjuangan mereka sekaligus menumbuhkan semangat cinta tanah air,” imbuhnya.
Dalam pameran tersebut, Perpustakaan Kanzul’Ilmi menampilkan berbagai koleksi baru, terutama novel-novel best seller yang diharapkan dapat menarik minat siswa untuk berkunjung dan membaca. Selain itu, tersedia pula berbagai buku sejarah tokoh perjuangan dan kemerdekaan Indonesia yang selaras dengan tema literasi pada bulan Agustus.
Salah satu koleksi yang mendapat perhatian dalam pameran adalah buku Madilog, karya Tan Malaka. Selain itu, perpustakaan juga mempromosikan sejumlah karya Tan Malaka lainnya serta karya-karya sastrawan Indonesia, Pramoedya Ananta Toer. Koleksi tersebut dihadirkan untuk memberikan pilihan bacaan yang lebih beragam kepada siswa, mulai dari karya sastra hingga buku yang mengajak pembaca mengenal pemikiran dan perjalanan sejarah bangsa.
Sementara itu, Kepala Perpustakaan Kanzul’Ilmi MAN 3 Kulon Progo, Isti Wulandari, S.Pd., mengatakan bahwa pameran buku merupakan salah satu program untuk mendekatkan koleksi perpustakaan kepada siswa. Menurutnya, banyak buku yang tersedia di perpustakaan belum tentu diketahui seluruh siswa apabila hanya tersimpan di rak.
“Melalui pameran buku ini, kami ingin memperkenalkan koleksi-koleksi yang mungkin belum pernah dilihat atau dibaca oleh siswa. Buku yang ditampilkan kami pilih dari berbagai kategori, mulai dari novel terbaru, buku sejarah, biografi tokoh, hingga karya sastra. Harapannya, siswa tertarik untuk mengambil buku, membuka, membaca, kemudian menemukan bacaan yang sesuai dengan minatnya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Isti menjelaskan bahwa pemilihan tema kemerdekaan juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan kegiatan literasi dengan momentum yang sedang diperingati. Buku-buku sejarah dan karya para tokoh diharapkan dapat memberikan pengalaman membaca yang tidak hanya menarik, tetapi juga menambah pemahaman siswa tentang perjalanan bangsa Indonesia.
“Literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca buku pelajaran. Siswa perlu diberikan kesempatan untuk mengenal berbagai jenis bacaan. Dari novel mereka dapat belajar memahami kehidupan, dari buku sejarah mereka dapat mengenal perjalanan bangsa, dan dari karya para tokoh mereka dapat mengambil nilai serta gagasan yang bermanfaat,” tambahnya.
Kegiatan pameran buku juga diharapkan dapat menciptakan suasana baru di dalam perpustakaan. Koleksi yang biasanya tersusun di rak ditampilkan secara khusus agar lebih mudah dilihat dan menarik perhatian pengunjung. Dengan demikian, perpustakaan dapat menjadi ruang yang semakin hidup, nyaman, dan menyenangkan bagi siswa untuk belajar serta mengembangkan wawasan.
“Semoga pameran buku ini dapat meningkatkan kunjungan dan minat baca siswa. Kami ingin Perpustakaan Kanzul’Ilmi menjadi ruang literasi yang terus menghadirkan kegiatan menarik dan koleksi bacaan yang beragam. Pada bulan kemerdekaan ini, mari mengisi kemerdekaan dengan membaca, belajar, berpikir, dan terus berkarya,” pungkasnya. (shi)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!