Perkuat Komitmen KPM dan Maknai Kemerdekaan, KUA Pengasih Gelar SIKAP BAIK Bersama PKH Kembang Margosari
Kulon Progo (KUA Pengasih) – Sinergi antara pendampingan sosial dan pembinaan keagamaan terus diperkuat dalam mewujudkan kemandirian masyarakat. Hal tersebut tampak dalam kegiatan SIKAP BAIK dalam Pertemuan Kelompok Program Keluarga Harapan (PKH) Kembang, Margosari, Pengasih, yang digelar pada Kamis (13/8/2026).
Berlokasi di kediaman Ibu Satinem, RT 015 RW 008, Kembang, Margosari, kegiatan yang dimulai pukul 11.00 WIB ini menghadirkan Pendamping PKH, Octavina Dhita Damastuti, S.Pd., serta Penyuluh Agama Islam KUA Pengasih, Muhammad Musodiqin, S.Sos.
Dalam penjelasannya, Octavina Dhita Damastuti menegaskan pentingnya kedisiplinan para Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dalam memenuhi kewajiban program sosial ini. “Komitmen untuk mengikuti pertemuan rutin P2K2 merupakan kewajiban mutlak bagi seluruh KPM PKH. Ketidakhadiran tanpa alasan yang sah tentu akan memengaruhi evaluasi kepesertaan serta proses penyaluran bantuan sosial. Forum ini dibuat bukan sekadar formalitas, melainkan wadah edukasi agar keluarga penerima manfaat bisa mandiri dan berkembang,” tegas Octavina.

Sementara itu, dalam sesi pembinaan spiritual, Penyuluh Agama Islam Muhammad Musodiqin, S.Sos., membawakan materi bertajuk refleksi syukur dan makna kemerdekaan melalui keteladanan Nabi Dawud A.S.
“Allah SWT memberikan teladan melalui keluarga Nabi Dawud yang diperintahkan untuk bersyukur tidak hanya lewat lisan, tetapi melalui kerja nyata dan karya. Sebagaimana firman-Nya, ‘Bekerjalah, wahai keluarga Dawud, sebagai wujud syukur. Dan sedikit sekali di antara hamba-hamba-Ku yang benar-benar bersyukur,'” papar Musodiqin.
Ia menambahkan, di momen menyambut hari kemerdekaan ini, syukur sejati harus diwujudkan dengan mengisinya lewat amal dan karya terbaik yang memberikan manfaat nyata bagi diri sendiri, keluarga, lingkungan, hingga bangsa.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi lintas sektor yang menyentuh langsung pemberdayaan masyarakat ini. “Kehadiran penyuluh agama dalam kegiatan bersama PKH adalah langkah strategis untuk memperkuat ketahanan mental dan spiritual masyarakat. Bantuan sosial yang diterima seyogianya diimbangi dengan etos kerja dan semangat berkarya sebagaimana teladan para nabi. Kami berharap pendampingan yang berkesinambungan ini mampu mendorong KPM PKH untuk terus bertransformasi menuju kemandirian yang bermartabat,” ungkap Rangga.
Kegiatan berlangsung secara khidmat dan interaktif, ditutup dengan tekad bersama para jemaah KPM untuk lebih disiplin serta produktif dalam kehidupan sehari-hari.(lua/mel)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!