Sesi Keputrian Musera Bekali Murid Tata Cara Bersuci yang Benar
Kulon Progo (Musera) – Kegiatan Keputrian MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) kembali dilaksanakan secara rutin bersama narasumber Wasidah, S.Pd. pada Jumat (31/7/2026) siang. Bertempat di ruang kelas madrasah, kegiatan khusus bagi siswi ini mengusung tema penting mengenai pendalaman rukun Islam dan tata cara wudhu yang benar. Agenda ini bertujuan untuk membekali para murid dengan pemahaman fikih dasar yang kuat guna menyempurnakan ibadah wajib mereka sehari-hari sejak usia dini.
Wasidah mengupas tuntas secara interaktif mengenai fondasi utama seorang muslim serta keabsahan dalam bersuci sebelum mendirikan salat. Ia menekankan bahwa ibadah yang sah harus diawali dengan rukun dan tata cara bersuci yang tepat.

”Anak-anakku yang salihah, sebagai seorang muslimah kita wajib memahami dan mengamalkan lima rukun Islam secara utuh dalam kehidupan kita. Selain itu, sebelum kita menghadap Allah dalam salat, kita harus memastikan wudu sah. Di mana syarat sahnya wudu antara lain adalah beragama Islam, tamyiz atau bisa membedakan baik dan buruk, menggunakan air yang suci lagi menyucikan, serta bersih dari hal-hal yang menghalangi air sampai ke kulit seperti cat kuku atau kotoran yang melekat,” jelasnya.
Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I., memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan pelaksanaan kegiatan Keputrian ini sebagai bagian dari kurikulum pembentukan karakter islami khusus anak perempuan.
”Kami dari pihak madrasah mendukung penuh pelaksanaan kegiatan keputrian yang digelar setiap Jumat siang ini. Ini adalah wadah yang sangat strategis untuk membimbing aspek spiritual, fikih ibadah, dan akhlak mulia khusus bagi para anak Musera. Kami berharap materi dasar seperti rukun Islam dan wudu ini dapat benar-benar dipraktikkan dengan benar dalam ibadah harian mereka,” ujar Kamad.

Materi yang aplikatif dan disampaikan dengan metode dialogis tersebut memberikan kesan mendalam bagi para peserta didik perempuan yang hadir. Salah satunya adalah Hafiza Khaira Lub’na mengaku sangat bersyukur dan merasa wawasannya tentang tata cara ibadah menjadi jauh lebih terbuka setelah mengikuti sesi keputrian siang itu.
”Saya merasa senang sekali dan bertambah ilmu setelah mengikuti kegiatan keputrian hari ini bersama Bu Wasidah. Sekarang saya jadi lebih tahu dan paham apa saja syarat sahnya wudu yang selama ini sering saya lakukan setiap hari agar salat saya diterima oleh Allah. Penjelasan tadi membuat saya ingin lebih rajin belajar tentang agama dan menyempurnakan bacaan serta gerakan wudu saya di rumah,” ungkap Lub’na.
Kegiatan Keputrian Musera ini diakhiri dengan sesi tanya jawab singkat mengenai kendala-kendala praktis saat berwudu dan ditutup dengan salat zuhur berjama’ah. Melalui pembiasaan rutin yang intensif ini, MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) berharap dapat mencetak generasi muslimah yang tidak hanya cerdas secara intelektual. Tetapi juga faham agama, taat beribadah, dan berakhlak mulia. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama #MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!