Teliti Madrasah Keterampilan, Kepala Kemenag Kulon Progo Raih Gelar Doktor dengan Predikat Sangat Memuaskan

Sleman (Kemenag KP) – Kepala Kantor Kementerian Agama Kulon Progo, HM. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd. berhasil meraih gelar Doktor dengan predikat sangat memuaskan. Mengusung desertasi berjudul Evaluasi Kritis Revitalisasi Madrasah Aliyah Program Keterampilan Daerah Istimewa Yogyakarta, Wahib Jamil mampu menjalani ujian terbuka yang berlangsung Rabu (19/8/2026) di aula Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga dengan lancar. Ia menjadi doktor ke 1099 UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

Penelitian tersebut didasari adanya Revitalisasi Madrasah Aliyah Plus Keterampilan Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2020. Revitalisasi ini merupakan kebijakan strategis pemerintah untuk meningkatkan mutu dan daya saing madrasah.

Dari hasil studi pendahuluan, Wahib Jamil menemukan adanya dinamika orientasi nilai pendidikan. Teaching Factory membawa logika pendidikan vokasi yang menekankan kebutuhan industri. Di sisi lain, madrasah tetap memegang nilai-nilai pendidikan Islam. Interaksi kedua orientasi nilai tersebut melahirkan berbagai bentuk negosiasi nilai yang tidak secara eksplisit dirancang dalam kebijakan revitalisasi.

 

Dalam pemaparannya, ia menggunakan pendekatan lima teori sekaligus, yakni Teori Kritis Pendidikan Michael W. Apple, Goal-Free Evaluation Michael Scriven., analisis kebijakan William N. Dunn, konsep ta’dib dari Syed Muhammad Naquib al-Attas dan paradigma integrasi-interkoneksi Muhammad Amin Abdullah.

Dari penelitian tersebut Wahib Jamil mengungkapkan tiga temuan. Pertama, bahwa revitalisasi Program Keterampilan dapat meningkatkan animo masyarakat, reputasi dan prestasi madrasah, serta menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi akademik, keterampilan vokasional, akhlak mulia, dan kesiapan untuk melanjutkan pendidikan, bekerja, maupun berwirausaha. Di sisi lain, kebijakan ini juga menimbulkan dampak yang tidak direncanakan berupa meningkatnya beban kerja guru, padatnya aktivitas peserta didik, tingginya kebutuhan pembiayaan, dan ketimpangan kapasitas antar madrasah.

Lihat Juga : Video Ujian Terbuka Promosi Doktor, Kepala Kemenag Kulon Progo

Kedua, bahwa Dinamika orientasi nilai pendidikan vokasi berkembang melalui negosiasi dengan nilai-nilai humanis-religius. Dalam perspektif Al-Attas, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi pembentukan insan beradab, sedangkan dalam paradigma integrasi-interkoneksi M. Amin Abdullah menjadi dasar integrasi antara ilmu keislaman, ilmu pengetahuan, dan pendidikan vokasi.

Ketiga, bahwa revitalisasi melahirkan berbagai ragam pola integrasi-interkoneksi yaitu integrasi-interkoneksi berbasis nilai, kurikuler, kelembagaan dan problem solving.  Juga melahirkan inovasi pendidikan seperti MOTEFA, GOSIP/ PRODISTIK, Keterampilan Hidup Mandiri, dan Keterampila sebagai Added Value. Ragam tersebut melahirkan Teaching Factory Integrated Model (TFIM) sebagai model integrasi-interkoneksi yang memadukan pendidikan akademik, karakter keislaman,  vokasional, serta kemitraan dengan dunia usaha-industri, dan dunia kerja.

Hadir dalam ujian terbuka tersebut, Bupati Kulon Progo, Dr. HR. Agung Setiawan, bersama asisten dan beberapa pejabat dari Pemerintah Kabupaten Kulon Progo. Turut hadir Kepala Biro Akademik UIN Sunan Kalijaga, HM Lutfi Hamid, Kepala Kemenag Sleman, Kota Yogyakarta dan Kabid Madrasah Kanwil Kemenag DIY, Kepala Madrasah serta tamu undangan lainnya. [rls]

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *