Asah Kedisiplinan, Kelas IV Musera Intensifkan Latihan PBB
Kulon Progo (Musera) – Murid kelas IV MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) mendapatkan pelatihan Peraturan Baris-Berbaris (PBB) intensif dalam mata pelajaran Penjaskes pada Rabu (2/9/2026) pagi. Kegiatan yang digelar di halaman madrasah ini difokuskan untuk membentuk mental disiplin. Sekaligus mempersiapkan para murid agar siap menjadi petugas upacara bendera mingguan yang andal.
Guru Penjaskes Musera, Fita Haryanti, S.Or., memimpin langsung jalannya latihan dengan memberikan instruksi dasar baris-berbaris. Ia melatih fisik dan konsentrasi anak lewat ketepatan gerak tubuh saat merespons instruksi lisan. ”Latihan PBB ini sangat diperlukan untuk melatih kesiapan mental dan fisik anak-anak. Terutama sebagai modal penting saat mereka mendapat giliran menjadi petugas upacara dalam kegiatan mingguan. Hari ini saya menjelaskan secara rinci aba-aba apa saja yang digunakan dalam kegiatan PBB. Mulai dari aba-aba petunjuk, peringatan, hingga pelaksanaan. Seperti siap, lencang depan, hadap kanan-kiri, hingga jalan di tempat. Kuncinya ada pada fokus mendengarkan komando,” jelas Fita.

Langkah pembiasaan disiplin melalui materi olahraga ini mendapat dukungan penuh dari pihak manajemen madrasah. Kepala Madrasah Musera, Sumarsih, M.S.I., menegaskan bahwa PBB merupakan instrumen terbaik untuk melatih keselarasan gerak dan kepatuhan anak.
”Kami mendukung penuh pelatihan PBB dalam pembelajaran Penjaskes ini. Melalui baris-berbaris, anak-anak tidak hanya berolahraga secara fisik. Tetapi juga belajar tentang arti penting kekompakan, kerja sama, ketegasan, dan rasa tanggung jawab. Ini adalah fondasi pembentukan karakter yang sangat baik untuk diimplementasikan saat upacara bendera maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Kamad.

Meskipun membutuhkan konsentrasi tinggi dan fisik yang prima, latihan ini tetap disambut antusias oleh peserta didik. Salah satu murid kelas IV, Asti Rahmawati mengakui sempat kebingungan di paruh awal latihan. Namun semangatnya bangkit setelah berhasil menguasai gerakan dengan benar. ”Awalnya saya merasa kesulitan dan bingung menyamakan langkah kaki dengan teman-teman. Tetapi setelah berulang kali diulangi dan diarahkan, gerakan kami jadi kompak. Seru dan tambah semangat agar nanti bisa terpilih jadi petugas upacara bendera,” kata Asti. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama #MakinDigitalMenjangkauUmat




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!