Asah Ketangkasan, Pandu HW Musera Gelar Permainan Sandi Morse

Kulon Progo (Musera) – Gerakan Kepanduan Hizbul Wathan (HW) MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) menggelar latihan rutin. Pada pertemuan kali ini dikemas lewat permainan interaktif di halaman madrasah pada Jum’at (18/9/2026) siang.

Latihan kali ini berfokus pada materi pengenalan komunikasi darurat melalui permainan Sandi Morse. Menggunakan tiupan peluit berulang, seluruh pandu pengenal dibagi ke dalam beberapa regu untuk saling beradu cepat dan tepat dalam memecahkan teka-teki kata tersembunyi yang disiapkan oleh pembina.

Pembina HW Musera, Istiqomah, S.Pd., menjelaskan bahwa metode permainan sengaja dipilih agar para murid lebih cepat menangkap pola titik dan garis dalam Sandi Morse. Penggabungan materi ke dalam game kelompok dinilai efektif memicu konsentrasi anak-anak.

”Permainan Sandi Morse ini bukan sekadar hiburan. Melainkan cara melatih kecepatan berpikir, ketajaman pendengaran, dan kekompakan tim. Dengan mempraktikkannya langsung lewat kompetisi antar-regu, anak-anak akan lebih mudah mengunci ingatan mereka terhadap rumus-rumus sandi yang diajarkan,” jelas Isti.

Kegiatan luar kelas yang penuh keseruan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Madrasah Musera, Sumarsih, M.S.I. Ia yang turut memantau jalannya permainan menegaskan bahwa simulasi kepanduan seperti ini sangat bagus untuk membentuk mental kompetitif yang sehat sejak dini.
”Kami pihak madrasah mendukung penuh inovasi latihan HW melalui permainan edukatif ini. Metode ini membuktikan bahwa belajar hal baru tidak harus membosankan. Anak-anak dituntut untuk disiplin mendengarkan instruksi. Sekaligus belajar memimpin regunya dalam menyelesaikan misi,” ujar Kamad.

Dinamika permainan yang kompetitif membuat atmosfer halaman madrasah menjadi sangat riuh dan penuh semangat. Salah satu murid yang ikut bertanding, Boy Shandy mengaku sangat menikmati jalannya simulasi tebak kode tersebut bersama teman-teman sekelompoknya. ”Saya merasa tertantang hari ini. Karena tiupan peluit agak cepat, jadi regu kami harus benar-benar fokus supaya tidak salah menebak hurufnya. Permainan ini seru sekali. Karena kami harus saling melengkapi untuk memenangkan kompetisi,” kata Boy.

Berkat penerapan metode bermain sambil belajar ini para pandu HW Musera berhasil menyelesaikan seluruh tantangan kata tersembunyi dengan nilai yang memuaskan. Pihak MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) berharap ketangkasan komunikasi seperti Sandi Morse ini dapat terus mengasah daya ingat dan solidaritas antar murid. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama #MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *