Bangun Komunikasi Tanpa Batas, PIK-R MANSAKU Gelar Workshop Bahasa Isyarat

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) MAN 1 Kulon Progo (MANSAKU) menggelar Workshop Pelatihan Bahasa Isyarat di Ruang AVA MAN 1 Kulon Progo, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Bahasa Isyarat Internasional sekaligus menjadi sarana bagi siswa untuk mengenal komunikasi yang inklusif dan meningkatkan kepedulian terhadap penyandang disabilitas.

Workshop menghadirkan R. Alit Agung W.K., praktisi seni di Yogyakarta, sebagai narasumber. Peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai bahasa isyarat, tetapi juga mengikuti praktik secara langsung sehingga dapat mengenal gerakan dan ekspresi yang digunakan dalam komunikasi bahasa isyarat.

Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memiliki nilai penting dalam membentuk karakter siswa yang memiliki empati, kepedulian, dan kemampuan menghargai keberagaman.

“Kami berharap melalui workshop ini siswa tidak hanya mengenal bahasa isyarat sebagai sebuah keterampilan komunikasi, tetapi juga memahami pentingnya empati dan kepedulian terhadap sesama. Perbedaan bukan menjadi penghalang untuk berkomunikasi dan berinteraksi,” ujar Farida.

Menurutnya, pengalaman belajar bahasa isyarat dapat menjadi bekal sosial bagi siswa ketika mereka berinteraksi dengan masyarakat yang memiliki latar belakang maupun kebutuhan yang beragam.

Sementara itu, Pembina PIK-R MAN 1 Kulon Progo, Dhian Wahyuningsih, S.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan dirancang dengan pendekatan praktik agar siswa dapat memperoleh pengalaman secara langsung.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin siswa memiliki pengalaman baru dalam berkomunikasi menggunakan bahasa isyarat. Harapannya, mereka semakin peka terhadap lingkungan sekitar, memiliki rasa percaya diri untuk berinteraksi dengan siapa saja, serta mampu melihat perbedaan sebagai bagian dari keberagaman yang harus dihargai,” ungkap Dhian.

 

Tingkatkan Empati dan Keterampilan Sosial Siswa

Workshop bahasa isyarat memberikan sejumlah manfaat bagi siswa, terutama dalam pengembangan empati, kepedulian sosial, keterampilan komunikasi, dan kepercayaan diri. Dengan mengenal bahasa isyarat, siswa memperoleh perspektif baru bahwa komunikasi tidak selalu harus dilakukan melalui bahasa verbal.

Pengalaman tersebut juga mendorong siswa untuk lebih peka terhadap kebutuhan orang lain. Siswa belajar memahami bahwa setiap individu memiliki cara komunikasi yang berbeda sehingga diperlukan sikap terbuka, sabar, dan mau menyesuaikan diri ketika berinteraksi.

Selain itu, keterampilan dasar bahasa isyarat dapat menjadi bekal praktis bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari. Pengetahuan tersebut memungkinkan mereka berkomunikasi secara lebih inklusif ketika bertemu atau berinteraksi dengan penyandang tunarungu.

Dari sisi pendidikan karakter, kegiatan ini turut menanamkan nilai toleransi, kesetaraan, penghargaan terhadap keberagaman, dan kepedulian sosial. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga diajak menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan di lingkungan madrasah maupun masyarakat.

Melalui kegiatan PIK-R ini, MANSAKU terus mendorong pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga penguatan keterampilan sosial dan karakter siswa. Workshop bahasa isyarat menjadi salah satu langkah untuk membangun budaya komunikasi yang lebih terbuka, humanis, dan inklusif di lingkungan madrasah. (nhd/eko)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *