Keputrian Musera, Tiga Amalan Tidak Akan Terputus

Kulon Progo (Musera) – Kegiatan keputrian MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) aktif dilaksanakan bagi para murid perempuan. Yakni ketika murid laki-laki sedang menunaikan ibadah salat Jum’at berjamaah di masjid pada Jum’at (11/9/2026) siang.

Agenda rutin ini didesain khusus sebagai wadah pembinaan karakter Islami dan fikih wanita bagi para murid kelas atas. Hal ini agar dapat memanfaatkan waktu dengan aktivitas yang produktif dan bernilai ibadah.

Kegiatan keputrian siang ini dipandu langsung oleh guru pendamping, Vani Alfiani, S.IP. Materi yang disampaikan pada kesempatan kali ini berfokus pada motivasi spiritual. Yakni mengenai tiga perkara yang tidak akan terputus pahalanya setelah manusia meninggal dunia.


”Anak-anak sekalian dapat memahami dan mengamalkan ilmu dari sejak dini. Karena tiga hal yang tidak akan terputus ketika seseorang meninggal dunia. Yakni sedekah jariyah ialah harta atau fasilitas yang diberikan untuk kepentingan orang banyak dan terus diambil manfaatnya. Kemudian ilmu yang bermanfaat. Yaitu Ilmu agama atau pengetahuan baik yang diajarkan kepada orang lain dan diamalkan serta disebarkan oleh orang tersebut. Selanjutnya doa anak yang saleh atau salihah bagi kedua orang tuanya. Yaitu anak kandung maupun anak didikan yang saleh, taat kepada Allah, dan rutin mendoakan kedua orang tuanya,” terang Vani.

Agenda pembinaan berkala ini mendapatkan apresiasi dan dukungan penuh dari pihak pimpinan madrasah. Kepala Madrasah Sumarsih, M.S.I., menyampaikan bahwa konsistensi kegiatan ini sangat krusial dalam membentuk generasi muslimah yang taat.
”Kami sangat mendukung penuh rutin dan konsistennya kegiatan Keputrian Musera ini. Karena materi-materi keagamaan praktis seperti ini sangat efektif untuk membentengi moral anak perempuan dan mematangkan pemahaman spiritual mereka,” tegas Kamad.

Atmosfer positif dan rasa antusiasme yang tinggi ditunjukkan oleh para murid. Salah satunya oleh Azizah Titah Qonaah. Murid Musera ini mengaku sangat senang karena pembelajaran dikemas secara interaktif. Bahkan ia dengan berani maju ke depan untuk mempraktikkan materi doa. ”Saya senang sekali dengan kegiatan keputrian ini karena penjelasannya mudah dimengerti. Tadi saya juga memberanikan diri maju untuk membaca doa untuk kedua orang tua di depan teman-teman,” kata Azizah. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama #MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *