Kreatif dan Edukatif, Murid Kelas III Musera Praktik Buat Kincir Angin Sederhana

Kulon Progo (Musera) – Pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif kembali ditunjukkan di MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) pada Senin (7/9/2026) siang. Kali ini, giliran seluruh murid kelas III Musera yang tampak aktif dan antusias mempelajari mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Tidak sekadar membaca teori di dalam buku. Mereka diajak untuk langsung melakukan praktik langsung berupa pembuatan kincir angin sederhana.
Dalam proses pembelajaran di ruang kelas tersebut, Guru Kelas III, Nur Hidayat, S.Pd. mendampingi para murid secara langsung dan memberikan instruksi langkah demi langkah. Ia menerangkan secara rinci mengenai pemanfaatan energi angin serta alat dan bahan sehari-hari yang bisa dirakit menjadi sebuah karya keterampilan yang edukatif.

”Hari ini anak-anak diajak menerangkan dengan rinci apa saja bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk pembuatan kincir angin sederhana. Yakni ada kertas lipat, gunting, lem, lidi, kawat, atau jarum pentul. Melalui praktik ini, kita ingin mengenalkan konsep perubahan energi secara visual dan melatih keterampilan motorik halus serta kreativitas para murid,” jelas Nur.
Kegiatan eksperimen sains sederhana yang berbasis proyek ini mendapatkan respons positif dari pimpinan madrasah. Kepala Madrasah, Sumarsih, M.S.I., menegaskan komitmennya untuk terus mendukung metode pembelajaran aktif (active learning) yang mampu memicu rasa ingin tahu murid dan memperkuat pemahaman akademik mereka.

”Kami dari pihak madrasah sangat mendukung praktik pembuatan kincir angin sederhana ini. Pembelajaran IPAS memang sudah seharusnya dikemas secara kontekstual dan aplikatif. Dengan mempraktikkannya sendiri, murid-murid tidak hanya cepat memahami materi. Tetapi juga belajar bernalar kritis sejak usia dini,” ujar Kamad.
Suasana riang dan penuh kebersamaan begitu terasa di sepanjang jam pelajaran saat kincir angin milik para murid mulai berhasil berputar. Salah satu murid kelas III, Azam Nurwahid yang ikut dalam praktik tersebut, tidak dapat menyembunyikan rasa senangnya setelah berhasil menyelesaikan proyek kecilnya bersama teman-teman sekelas.
”Saya sangat gembira mempraktikkan pembuatan kincir angin sederhana ini. Ternyata mudah membuatnya. Kami juga saling membantu jika ada teman yang kesulitan memotong kertas atau memasang kawatnya. Senang sekali rasanya melihat kincir angin buatan kami bisa berputar saat ditiup dan dibawa lari,” kata Azam. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!