KUA Lendah Gelar Pusaka Sakinah, Peringati Maulid Nabi bagi Lansia di Pereng

Kulon Progo (KUA Lendah) — KUA Lendah menggelar pembinaan spiritual bagi lansia dalam kegiatan Posyandu Lansia di Pedukuhan Pereng, Kalurahan Ngentakrejo, Senin (7/9/2026). Kegiatan yang berlangsung di halaman rumah Dukuh Pereng, Dasim, ini diikuti sekitar 50 peserta dan dipandu Kader Kesehatan Pereng, Karyati, bersama lima kader lainnya.

Sebagai bagian dari program KUA Berdampak, kegiatan diisi motivasi keagamaan dan praktik zikir bersama yang dipandu Penyuluh Agama Islam KUA Lendah, Agus Prasmono, S.Ag., dan Alfaenawan, S.H.

Mbah Kaum selaku sesepuh Pereng, Ngentakrejo, menyampaikan pentingnya mengenal Rasulullah SAW.

“Kita saat ini memasuki bulan mulia, Bulan Maulid, yang oleh orang Jawa disebut dengan Mulud. Lidah Jawa memang unik — Bulan Asyura disebut Suro, Bulan Zulkaidah disebut Dulkaidah, hari Ahad disebut Ngahad. Hal ini bukan masalah, justru menjadi keunikan tersendiri masyarakat Jawa. Yang terpenting kita bisa memahami esensi dari berbagai istilah tersebut,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa Maulid berarti kelahiran, dan Bulan Rabiulawal merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Nabi Muhammad lahir dalam keadaan yatim dengan ayah bernama Abdullah dan ibu bernama Siti Aminah, kemudian saat masih bayi disusui oleh Halimatus Sakdiyah.

Penyuluh Agama Islam KUA Lendah, Agus Prasmono, menyampaikan pentingnya bersyukur setiap saat.

“Kita harus bersyukur telah dianugerahi umur yang panjang, diberi kesehatan, dan rezeki yang cukup. Jika kita bersyukur, Allah akan memberikan tambahan nikmat,” ujarnya.

Penyuluh Agama Islam KUA Lendah lainnya, Alfaenawan, turut menyampaikan tausiah mengenai keutamaan Maulid Nabi.

“Bulan Maulid adalah bulan kelahiran Baginda Nabi Muhammad SAW. Bulan ini menjadi momentum bagi kita untuk mengenal kembali sejarah Rasulullah SAW, yang merupakan sosok istimewa dengan kepribadian luhur. Salah satu keistimewaan Nabi Muhammad adalah dididik langsung oleh Allah sehingga memiliki budi pekerti yang mulia,” ujar Alfaenawan.

Kepala KUA Lendah, Zamroni, S.Ag., M.S.I., mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk pembinaan keagamaan bagi masyarakat lanjut usia.

“Kami berharap para lansia dapat terus menjaga dan meningkatkan iman serta takwa di usia senja,” ujar Zamroni. (alf/gus/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *