KUA Panjatan Gelar Bimwin, Bekali Catin Manajemen Keluarga Sakinah hingga Tanam Pohon

Kulon Progo (KUA Panjatan) — KUA Kapanewon Panjatan menyelenggarakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) bagi calon pengantin (catin) di Gedung Balai Nikah KUA Panjatan, Selasa (8/9/2026) pukul 08.00–12.00 WIB.
Sebanyak 14 pasangan calon pengantin mengikuti seluruh rangkaian acara. Kehadiran para peserta disambut Kepala KUA Kapanewon Panjatan, H. Basid Rustami, S.Ag., didampingi jajaran staf KUA serta tim narasumber.
Dalam sambutannya, Basid mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini serta kedisiplinan para peserta. Ia menegaskan pentingnya pembekalan Bimwin sebagai fondasi utama sebelum mengarungi kehidupan berumah tangga.
“Bimbingan perkawinan ini merupakan langkah penting untuk membekali para calon pengantin dengan pengetahuan mendasar, sehingga mereka siap lahir dan batin dalam membangun keluarga yang kokoh dan berketahanan,” ujar Basid.
Selama empat jam pelaksanaan, peserta menerima berbagai materi. Pertama, persiapan keluarga sakinah, yaitu strategi membangun fondasi rumah tangga yang harmonis, bernilai ibadah, serta berlandaskan kasih sayang. Kedua, psikologi dan dinamika keluarga, mencakup pengelolaan emosi, komunikasi efektif antarpasangan, dan penyelesaian konflik rumah tangga secara bijak.

Ketiga, kesehatan reproduksi, meliputi pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, serta pencegahan stunting sejak dini demi melahirkan generasi yang berkualitas. Keempat, kelestarian lingkungan, berupa sosialisasi sekaligus praktik langsung penanaman bibit pohon, seperti cabai, tomat, terong, dan cabai rawit, di lingkungan sekitar KUA Panjatan.
Pelaksanaan Bimwin ini selaras dengan program prioritas Kementerian Agama RI, khususnya dalam percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga yang digalakkan melalui revitalisasi KUA.
Praktik penanaman bibit tanaman pangan turut menjadi wujud nyata gerakan ekoteologi dan ketahanan pangan keluarga. Melalui tradisi menanam pohon bagi calon pengantin, KUA Panjatan mengedukasi masyarakat agar pernikahan tidak hanya membawa keberkahan bagi pasangan, tetapi juga kemaslahatan dan kelestarian bagi lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, 14 pasangan calon pengantin diharapkan tidak hanya siap secara mental dan spiritual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawadah, dan warahmah. (win/mel)


Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!