KUA Temon Bekali Murid SMK Muhammadiyah 1 Temon Literasi Bijak Bermedsos

Kulon Progo (KUA Temon) – Ratusan murid SMK Muhammadiyah 1 Temon mengikuti kegiatan bimbingan dan penyuluhan bertajuk “Bijak dalam Bermedsos”, Rabu (2/9/2026), di aula sekolah. Kegiatan ini menghadirkan dua Penyuluh Agama Islam KUA Temon, Yuni Lestari, S.Th.I., dan Mursidi Latif, S.Ag., sebagai narasumber.

Dalam pemaparannya, Yuni Lestari menekankan bahwa arus digitalisasi membawa dampak ganda bagi para remaja. Di satu sisi, teknologi memberikan kemudahan akses informasi, namun di sisi lain menyimpan potensi bahaya jika tidak disikapi secara kritis.

“Remaja saat ini berada di garda depan perubahan teknologi. Tantangannya sangat nyata, mulai dari kemudahan mengakses informasi positif hingga paparan konten negatif yang merusak moral. Karakter remaja yang masih mencari jati diri sering kali membuat mereka mudah terpengaruh oleh tren yang tidak sehat di media sosial,” ujar Yuni.

Ia memberikan panduan konkret terkait pembatasan dan pengelolaan penggunaan gawai secara produktif. Murid diimbau membatasi durasi penggunaan gawai untuk keperluan nonakademis maksimal dua hingga tiga jam per hari di luar jam belajar. Penggunaan gawai juga diharapkan dihentikan pada waktu-waktu penting, seperti saat kegiatan belajar mengajar, waktu ibadah, serta menjelang tidur malam agar tidak mengganggu kesehatan fisik dan mental.

Yuni juga mengajak murid memilah tayangan yang diakses. Gawai hendaknya diprioritaskan sebagai media penunjang pembelajaran, pengembangan bakat, serta literasi keagamaan, bukan untuk mengakses konten kekerasan, pornografi, maupun ujaran kebencian. Menurutnya, teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kapasitas diri, seperti belajar keterampilan baru, mengakses modul pembelajaran, dan membangun jejaring komunikasi yang sehat.

Sementara itu, Mursidi Latif mengajak para murid menanamkan rasa tanggung jawab pribadi dalam setiap tindakan, baik di dunia maya maupun nyata.

“Setiap jempol yang mengetik pesan dan setiap keputusan yang kalian ambil di media sosial memiliki konsekuensi. Bertanggung jawab atas diri sendiri berarti mampu mengontrol diri, tidak ikut menyebarkan berita bohong, serta berani menanggung akibat dari setiap tindakan yang dilakukan,” ujar Mursidi.

Kegiatan berlangsung interaktif hingga akhir sesi. Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan penghargaan kepada para murid yang menunjukkan fokus, keaktifan, dan kedisiplinan selama rangkaian acara penyuluhan. (yun/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *