Seniman MIM Kenteng Tampil Memukau pada Art For Children Satu Djiwa

Kulon Progo (MIM Kenteng) – Seniman MIM Kenteng kembali menunjukkan kiprahnya dalam bidang seni. Yakni melalui penampilan seni tari pada kegiatan Art For Children Satu Djiwa yang dilaksanakan pada Rabu (23/9/2026) bertempat di Auditorium Taman Budaya Kulon Progo. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap potensi seni dan kreativitas.

Kepala MIM Kenteng, Murtana, S.Pd.I., menyampaikan apresiasi atas keberanian dan kreativitas seniman madrasah. “Selamat dan sukses untuk Ananda Abizhar Ahza WIjayanto yang telah tampil dalam kegiatan AFC 2026. Seni merupakan bagian penting dalam pendidikan. Karena dapat menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, kepercayaan diri, dan kedisiplinan. Sekaligus belajar menghargai keberagaman budaya,” jelas Murtana.

Guru Madrasah, Nur Nawangsih, S.Pd. menjelaskan rangkaian penampilan seniman madrasah dalam kegiatan Art For Children Satu Djiwa. “Murid kami sudah mengikuti latihan dan pendampingan secara bertahap. Satu buah penampilan drama tari bisa disuguhkan dengan jumlah personil 40 penari. Pentas ini menjadi sarana pembelajaran untuk membangun kekompakan, tanggung jawab, keberanian, dan kemampuan bekerja sama dalam sebuah kelompok,” ungkap Nawang.

“Kolaborasi seni tari, drama, dan juga pengiring musik gamelan menjadikan performance semakin hidup. Perpaduan seni budaya tradisional dan seni modern juga sudah diramu menjadi satu kesatuan yang saling mendukung. Tepuk tangan penonton membuat suasana Auditorium Taman Budaya Kulon Progo semakin menyala.” tambah Nawang.

Murid Madrasah, Abizhar Ahza Wijayanto ikut senang sekaligus bangga dapat menjadi bagian dari kegiatan Art For Children Satu Djiwa. “Alhamdulillah saya dan teman teman AFC bisa menyelesaikan target dan memberikan penampilan yang memuaskan. Kami berusaha memberikan penampilan terbaik dengan penuh semangat dan berharap pengalaman tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, serta mengembangkan bakat seni yang kami miliki,” ujar Abizhar.

Kehadiran seniman MIM Kenteng dalam Art For Children Satu Djiwa menjadi bukti bahwa madrasah tidak hanya memberikan ruang bagi murid untuk berkembang dalam bidang akademik. Tetapi juga mendorong tumbuhnya kreativitas dan kecintaan terhadap seni dan budaya menuju madrasah yang berkarakter, berprestasi, dan berbudaya. (ras/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *