Siapkan Masa Tua Sehat dan Husnul Khatimah, Program Pusaka Sakinah Edukasi Lansia Menur Jamus
Kulon Progo (KUA Pengasih) – Usia lanjut bukan penghalang untuk tetap sehat secara fisik dan matang secara spiritual. Semangat inilah yang terlihat dalam kegiatan pendampingan lansia melalui program Pusaka Sakinah yang digelar di Sekolah Lansia Menur, bertempat di kediaman Kepala Dusun Jamus, Kalurahan Pengasih, Kapanewon Pengasih, Kulon Progo, pada Rabu (9/9/2026).
Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi edukasi antara sektor keagamaan dan penyuluhan lapangan. Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) Kapanewon Pengasih, Tri Daelan, S.Sos., membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai “5 Pilar Menua Sehat dan Aktif”. Ia menekankan pentingnya menjaga kebugaran fisik, pola makan seimbang, interaksi sosial, stimulasi mental, serta kesehatan emosional agar para lansia tetap mandiri dan bahagia di usia senja. Hadir juga Ririn Widiyati dan Dwi Sukamti.

Sedangkan Muhammad Munawir, S.Ag, membawakan materi spiritual bernuansa lokal dengan tema “Sejatine Wis Wayahe Tindak” (sebenarnya sudah waktunya bersiap “pulang”). Tema ini mengajak para lansia untuk merenungkan tingkat kesadaran spiritual dalam perpaduan harmonis antara tradisi Jawa dan syariat Islam, yang terbagi ke dalam empat maqam (tingkatan):
Pertama; Lansia Sepuh (Tipe Syariat/Eksoteris): Berfokus pada ibadah ritual formal (fikih) seperti rajin ke masjid, rutin mengikuti tahlilan, dan pengajian dusun dengan kesadaran menggugurkan dosa serta mendambakan pahala.
Kedua; Lansia Wicaksana (Tipe Tarekat/Kesadaran Sosial): Mengintegrasikan ibadah ritual dengan hubungan antarmanusia (hablum minannas) melalui prinsip welas asih, menjadi penengah konflik, serta memberikan nasihat luhur bagi generasi muda. Ketiga; Lansia Sufistik/Manunggal (Tipe Hakikat/Ruhani): Tingkatan lansia yang tenang menghadapi penuaan, mempraktikkan zuhud (nerimo ing pandum), rutin berdzikir sirri, serta siap batin menyambut kematian secara husnul khatimah. Ke empat; Lansia Keli/Kintir (Tipe Krisis Spiritual): Kelompok lansia yang mengalami krisis batin atau kecemasan berlebih terhadap penuaan dan kematian akibat belum menemukan kedamaian spiritual.

Pemaparan tersebut bertujuan mendorong para peserta Sekolah Lansia Menur agar terus meningkatkan kualitas ibadah dan kedamaian batin, memindahkan tingkat kesadaran dari sekadar krisis menuju tahap yang lebih bijak dan sufistik.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menyampaikan apresiasi mendalam atas terselenggaranya pendampingan bagi para lansia di Dusun Jamus ini.
“Melalui program Pusaka Sakinah, KUA Pengasih berkomitmen untuk hadir mendampingi seluruh fase kehidupan masyarakat, termasuk para lansia. Penuaan adalah ketetapan alamiah, namun bagaimana kita menyikapinya adalah pilihan. Sinergi bersama PLKB ini sangat krusial agar para lansia tidak hanya sehat secara jasmani melalui 5 pilar penuaan, tetapi juga memiliki kesiapan mental dan ketenangan ruhani dalam menyambut masa depan yang husnul khatimah,” tutur Rangga.
Kegiatan pendampingan yang berlangsung hangat dan kekeluargaan ini ditutup dengan doa bersama, diiringi tekad warga Sekolah Lansia Menur Jamus untuk menjadi pribadi yang lebih sehat, aktif, dan bertakwa.(lua/mel)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!