SIMPROTAS Dorong Integrasi Perencanaan dan Pengendalian Program Prioritas Kanwil Kemenag DIY

Kulon Progo (Kankemenag) – Penguatan tata kelola program prioritas menjadi fokus dalam Seminar Rancangan Proyek Perubahan. Program tersebut digagas oleh Perencana Ahli Madya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, Noer Faidah Maharini. Yakni melalui inovasi Strategi Integrasi Perencanaan dan Pengendalian Program Prioritas (SIMPROTAS). Seminar dilaksanakan pada Kamis (24/9/2026) secara daring melalui platform zoom meeting. Seminar ini sebagai bagian dari tahapan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II.

Rancangan proyek perubahan ini menawarkan pendekatan strategis untuk memperkuat keterhubungan antara perencanaan, penganggaran, kinerja, manajemen risiko, pengendalian program, monitoring dan evaluasi, serta informasi strategis bagi pengambilan keputusan pimpinan.

SIMPROTAS dirancang untuk memastikan program prioritas tidak berhenti pada proses perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan, tetapi dikawal secara terintegrasi sejak penetapan sasaran dan target hingga identifikasi risiko, mitigasi, pengendalian, monitoring, evaluasi, dan tindak lanjut.

Sebagai tahap awal implementasi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo ditetapkan sebagai lokus piloting SIMPROTAS. Piloting ini menjadi ruang uji untuk memastikan model integrasi perencanaan dan pengendalian dapat diterapkan secara efektif dalam pengelolaan program prioritas.

Melalui piloting tersebut, SIMPROTAS akan menghubungkan program prioritas dengan Renstra, RKT, anggaran, sasaran dan target kinerja, identifikasi risiko, langkah mitigasi dan pengendalian, pelaksanaan program, monitoring dan evaluasi, hingga early warning (pengendalian dini).

Hasil piloting selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan model. Sehingga dapat dikembangkan dan direplikasi pada unit kerja lainnya di lingkungan Kementerian Agama.

Rancangan proyek perubahan SIMPROTAS mendapat dukungan dan pendampingan dari Mentor, Inspektur Jenderal Kementerian Agama RI Khairunnas, SH, MH, serta Coach, Widyaiswara Ahli Utama Pusbangkom MKMB, Dr. Hj. Ispawati Asri.

Dukungan Mentor dan Coach menjadi bagian penting dalam memperkuat arah strategis proyek perubahan. Hal ini untuk memastikan inovasi memiliki relevansi dengan kebutuhan organisasi serta mengawal agar rancangan dapat diterjemahkan ke dalam tahapan implementasi yang terukur dan berkelanjutan.

Mentor memberikan perspektif strategis dan arahan agar proyek perubahan memiliki keterkaitan yang kuat dengan penguatan tata kelola dan pengendalian organisasi. Sementara Coach memberikan pendampingan dalam penyusunan desain perubahan, penguatan strategi implementasi, pengelolaan perubahan, serta pencapaian target proyek.

Seminar juga menghadirkan Dr. H. Ahmad Hidayatullah, M.Pd. sebagai Penguji. Ia memberikan telaah dan masukan terhadap substansi serta kelayakan rancangan proyek perubahan.

Setelah pemaparan dan proses seminar berlangsung, Mentor, Coach, dan Penguji memberikan apresiasi terhadap rancangan proyek perubahan SIMPROTAS. Ketiganya memberikan catatan dan masukan konstruktif untuk memperkuat substansi serta memastikan implementasi proyek dapat berjalan secara terarah dan memberikan manfaat bagi organisasi.

Berdasarkan hasil seminar, proyek perubahan SIMPROTAS dinyatakan layak untuk dilanjutkan ke tahap implementasi. Kelayakan tersebut menjadi momentum penting bagi Project Leader untuk menerjemahkan rancangan perubahan ke dalam aksi nyata di lingkungan Kanwil Kementerian Agama DIY.

Tahap implementasi proyek perubahan akan dilaksanakan pada 30 September sampai dengan 19 November 2026, dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo sebagai lokus piloting. Pada tahap ini, SIMPROTAS akan mulai diuji dalam mengintegrasikan proses perencanaan dan pengendalian program prioritas secara lebih konkret.

Dalam pemaparannya, Noer Faidah Maharini menegaskan bahwa SIMPROTAS bukan sekadar membangun instrumen digital. Tetapi merupakan strategi perubahan tata kelola untuk menghubungkan berbagai instrumen manajemen program dalam satu siklus pengendalian.

“Melalui SIMPROTAS, informasi mengenai target, realisasi, risiko, permasalahan, mitigasi, dan tindak lanjut dapat disajikan secara lebih terstruktur sebagai bahan pengambilan keputusan,” ujarnya.

“Pendekatan ini mendorong pergeseran dari pengelolaan program yang semata-mata berorientasi pada pelaksanaan dan pelaporan menuju pengendalian program yang terintegrasi, berbasis risiko, dan berorientasi pada pencapaian kinerja,” tegasnya.

SIMPROTAS juga diarahkan untuk menyediakan informasi strategis bagi pimpinan. Dengan keterhubungan data perencanaan, anggaran, kinerja, dan risiko, pimpinan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai posisi program, capaian target, potensi risiko, serta kebutuhan intervensi.

Dengan demikian, pengendalian program tidak hanya dilakukan setelah kegiatan berlangsung. Tetapi menjadi bagian dari siklus manajemen sejak tahap perencanaan.

Tahap implementasi pada 30 September–28 November 2026 akan menjadi fase penting untuk menguji efektivitas model, mengidentifikasi kendala, mengukur manfaat, dan menyempurnakan mekanisme SIMPROTAS. Hasil implementasi tersebut selanjutnya diharapkan menjadi dasar pengembangan model agar dapat diterapkan secara lebih luas di lingkungan Kanwil Kementerian Agama DIY.

Melalui inovasi Strategi Integrasi Perencanaan dan Pengendalian Program Prioritas (SIMPROTAS), proyek perubahan ini diarahkan untuk memperkuat tata kelola program prioritas dengan mengintegrasikan perencanaan, kinerja, anggaran, risiko, dan pengendalian dalam satu siklus manajemen.

Dengan semangat Data Terintegrasi, Program Terkendali, Kinerja Berdampak, SIMPROTAS diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun pengelolaan program prioritas yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berbasis data. (nur/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *