Tiga Murid Musera Ikuti Simulasi OMI

Kulon Progo (Musera) – Di tengah partisipasi dalam ajang olahraga, tiga murid MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) tetap menunjukkan komitmen tinggi di bidang akademik. Mereka aktif mengikuti simulasi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) untuk mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada Ahad (6/9/2026). Kegiatan simulasi tersebut dilaksanakan secara daring pada sesi dua, sambil menunggu upacara penutupan kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup 7 Kulon Progo.

Ketiga murid berprestasi yang mengikuti simulasi ini adalah Nabila Kinanti Wardoko, Restunisa Nugrahani, dan Alya Ayunda Putri. Bertempat di area sekitar lokasi turnamen, mereka tampak fokus berhadapan dengan gawai masing-masing untuk menyelesaikan soal-soal olimpiade.

Pendamping OMI Musera, Dwi Setyaningrum, S.Pd., yang mendampingi langsung di lokasi, terus memberikan motivasi agar anak-anak didiknya tidak merasa tegang selama proses pengerjaan ujian daring tersebut. ”Saya selalu menyemangati anak-anak untuk mengerjakan soal simulasi ini dengan rileks, santai, dan penuh keyakinan. Fokus pada soal yang ada di depan mata dan tidak perlu terburu-buru. Karena tujuan simulasi ini adalah untuk melatih mental dan mengukur sejauh mana kesiapan mereka menghadapi kompetisi yang sesungguhnya nanti,” kata Dwi.

Langkah kreatif pemanfaatan waktu ini mendapatkan apresiasi penuh dari pihak pimpinan madrasah. Kepala MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera), Sumarsih, M.S.I., menyatakan dukungannya yang besar terhadap dedikasi tim olimpiade madrasah. Menurutnya, semangat belajar para murid tidak boleh kendur dan harus terus difasilitasi di mana pun mereka berada. Termasuk saat sedang mengikuti agenda luar madrasah seperti turnamen pencak silat.

”Kami dari pihak madrasah sangat mendukung pelaksanaan simulasi OMI ini, yang tetap berjalan konsisten meskipun anak-anak sedang berada di luar lingkungan madrasah. Ini menunjukkan karakter murid Musera yang tangguh, adaptif, dan memiliki semangat belajar tinggi yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu,” ungkap Kamad.

Sementara itu salah satu murid peserta simulasi OMI mapel IPAS, Restunisa Nugrahani mengaku sangat menikmati pengalaman belajar yang unik ini. ”Saya merasa yakin dapat mengerjakan soal-soal tadi dengan lancar karena sebelumnya sudah belajar. Mengikuti simulasi di sela perlombaan pencak silat ini justru menjadi pengalaman baru yang seru dan semakin memicu rasa percaya diri saya untuk menghadapi lomba OMI yang sebenarnya,” tutur Restunisa. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *