Upaya Regenerasi Pemimpin, Murid Musera Dipercaya Jadi Imam

Kulon Progo (Musera) – Salah satu murid MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera), Asyaif Ahmad Khoir mendapatkan kepercayaan besar untuk menjadi imam dalam ibadah salat duha berjamaah pada Jum’at (25/9/2026) pagi. Kegiatan ibadah rutin yang berlangsung khidmat di halaman madrasah ini diikuti oleh seluruh murid, guru, dan karyawan.

Momentum ini sengaja dirancang bukan sekadar untuk menunaikan ibadah sunah. Melainkan sebagai ruang konkret bagi madrasah dalam menempa mental kepemimpinan anak sejak usia dini.

Koordinator kegiatan pagi Musera, Wasidah, S.Pd.I., mengungkapkan bahwa penunjukan Asyaif merupakan langkah strategis yang dilakukan madrasah untuk memberikan pengalaman spiritual dan manajerial langsung di lapangan. “Kami menunjuk Asyaif untuk berlatih menjadi imam sebagai upaya regenerasi agar murid kita siap menjadi pemimpin umat di masa depan. Melalui praktik langsung seperti ini mereka belajar memikul tanggung jawab besar dan melancarkan bacaan Al-Qur’an secara tartil. Sekaligus mengikis rasa grogi berdiri di depan orang banyak,” jelas Wasidah.

Langkah berani dalam memberikan ruang aktualisasi bagi murid ini mendapatkan dukungan penuh dari Kepala Musera, Sumarsih, M.S.I. Dia yang ikut menjadi makmum dalam barisan salat memberikan apresiasi tinggi atas keberanian Asyaif dalam memimpin ritual ibadah pagi tersebut. ”Kami dari pihak madrasah sangat mendukung adanya regenerasi di Musera melalui pembiasaan positif seperti ini. Karakter pemimpin yang Islami tidak bisa lahir secara instan. Melainkan harus dipupuk melalui kesempatan-kesempatan kecil yang konsisten di madrasah. Saya bangga melihat anak-anak kita mulai berani tampil di depan,” ujar Kamad.

Mendapatkan amanah yang tidak biasa bagi anak seusianya, Asyaif mengaku sempat merasa gugup sebelum maju ke mihrab imam. Namun, berkat bimbingan intensif dari para guru, ia berhasil mengatasi rasa cemasnya dan menuntaskan salat duha dengan bacaan yang fasih serta tenang. ”Awalnya sempat deg-degan karena makmumnya adalah guru dan teman-teman. Tetapi saya merasa tertantang dan terus menyemangati diri pribadi. Saya pasti bisa memimpin salat ini dengan baik. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar dan saya ingin belajar lagi agar lebih baik,” ungkap Asyaif.

Melalui program regenerasi imam salat yang dilakukan secara bergilir ini MI Muhammadiyah Serangrejo berkomitmen untuk melahirkan lulusan yang seimbang antara keunggulan akademis dan kesiapan moral-keagamaan. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *