Dua Srikandi Musera Sukses Pukau Panggung Budaya Kapanewon Wates
Kulon Progo (Musera) – MI Muhammadiyah Serangrejo (Musera) sukses ikut meramaikan Pentas Seni Non-Rekognisi Tingkat SD/MI se-Kapanewon Wates pada Selasa, (20/10/2026). Agenda budaya yang digelar meriah di Pendopo Kapanewon Wates ini menjadi panggung khusus untuk menyalurkan bakat, mengasah kreativitas, dan membangun keberanian tampil di depan publik tanpa beban tekanan kompetisi. Dalam acara ini, Musera mengirimkan dua srikandi terbaiknya. Yaitu Alya Ayunda Putri dan Hafiza Khaira Lub’na, yang membawakan Tari Caping Ayu.
Kepala Musera, Sumarsih, M.S.I., mengapresiasi tinggi dan menjelaskan tujuan utama dari program pemerintahan Kapanewon Wates tersebut bagi tumbuh kembang emosional anak. ”Sinergi kebudayaan ini bertujuan untuk menumbuhkan kepercayaan diri anak sejak dini, memberikan ruang bagi anak untuk menampilkan karya seni dan budaya lokal, serta mengurangi ketergantungan anak pada gawai. Melalui gerak tari tradisional, kita sedang menyelamatkan mentalitas generasi muda agar lebih mencintai akar budayanya sendiri daripada larut dalam dunia digital,” tegas Kamad.

Meski tampil memukau dengan balutan kostum dan caping tradisional yang anggun, perjuangan dua penari cilik Musera ini sempat diuji oleh kendala teknis yang tak terduga di atas panggung. Salah satu penari, Alya mengungkapkan rasa syukur. ”Kami sangat bersyukur bisa menyelesaikan tarian ini dengan baik. Meski tadi di tengah-tengah menari ada kendala mati listrik. Sehingga musiknya mati dan tariannya harus diulang lagi dari awal. Kejadian itu sempat bikin tegang. Tetapi kami berdua bertekad harus tampil total demi nama baik Musera,” kata Alya.
Insiden mati lampu tersebut justru membuktikan mental baja dan profesionalisme yang tertanam kuat di dalam diri anak-anak Musera. Tepuk tangan riuh dari para penonton langsung bergemuruh memenuhi pendopo kapanewon. (ist/abi).
#KementerianSemuaAgama #MakinDigitalMenjangkauUmat



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!