Sambut HSN, KUA Sentolo Siapkan Ikrar Wakaf di Dua Lokasi

Kulon Progo (KUA Sentolo) — Kantor Urusan Agama (KUA) Sentolo terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, salah satunya dalam bidang perwakafan. Hingga triwulan III tahun 2026, KUA Sentolo telah melaksanakan ikrar wakaf dan pembinaan nazir sebanyak 14 kali serta pergantian nazir sebanyak dua kali.

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) pada Kamis, 22 Oktober 2026, KUA Sentolo akan menyelenggarakan ikrar wakaf di dua lokasi sekaligus. Lokasi pertama berada di Banyunganti Lor, Kalurahan Kaliagung, untuk tanah yang akan digunakan sebagai tempat pembangunan gedung pusat pemberdayaan umat Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWC NU) Sentolo. Lokasi kedua berada di Giling, Kalurahan Tuksono, yaitu Balai Warga Nugroho.

Sebagai bagian dari persiapan, tim Gara Zawa Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo bersama petugas wakaf KUA Sentolo melaksanakan geotagging pada Senin (12/10/2026) di kedua lokasi tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk memvalidasi lokasi dan memastikan batas tanah sebagai bagian dari persyaratan administrasi pengurusan wakaf.

Di lokasi pertama, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh tim Gara Zawa Kemenag Kulon Progo, Darso Prihanta dan Sulismasdi, bersama Sukardi selaku petugas wakaf KUA Sentolo. Mereka didampingi Cahyono selaku nazir MWC NU Sentolo. Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dukuh Banyunganti Lor serta tokoh NU setempat, K. Rubiyo dan Marlan.

Tanah seluas 609 meter persegi tersebut diwakafkan oleh Drs. R. H. Boko Suroso, M.Pd.I., tokoh NU dari Sindutan, Temon. Di atas tanah tersebut direncanakan pembangunan gedung tiga lantai yang akan difungsikan sebagai kantor MWC NU Sentolo sekaligus pusat pemberdayaan umat. Gedung tersebut direncanakan menjadi tempat pelatihan, kaderisasi, pendalaman kitab, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Cahyono menyampaikan terima kasih kepada Boko Suroso atas wakaf tanah yang diberikan untuk mendukung kegiatan MWC NU Sentolo dan pemberdayaan umat.

“Di tanah ini nantinya akan dibangun gedung tiga lantai untuk pemberdayaan umat. Pada momentum Hari Santri nanti akan dilaksanakan ikrar wakaf sekaligus peletakan batu pertama sebagai awal pembangunan gedung,” ungkap Cahyono.

Sementara itu, di lokasi kedua, yaitu di Giling, Kalurahan Tuksono, tim Gara Zawa Kemenag Kulon Progo dan petugas wakaf KUA Sentolo didampingi Joko Kasihono selaku nazir perseorangan serta sejumlah tokoh masyarakat setempat. Di lokasi tersebut telah berdiri Balai Warga Nugroho yang bersebelahan dengan Musala Tirto Rohso. Musala tersebut telah lebih dahulu diwakafkan. Kedua bangunan tersebut berasal dari wakif yang sama, yaitu Surono, seorang pengusaha tahu setempat.

Pada momentum HSN mendatang, tanah seluas 240 meter persegi yang menjadi lokasi Balai Warga Nugroho direncanakan diikrarkan sebagai wakaf untuk kepentingan masyarakat, dengan Joko Kasihono sebagai nazir perseorangan.

Joko menyampaikan terima kasih kepada KUA Sentolo atas pendampingan yang diberikan dalam proses pengurusan wakaf balai warga tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada KUA Sentolo yang sudah banyak membantu dalam pengurusan wakaf balai warga ini. Semua dimudahkan, termasuk dalam pembuatan dokumen yang dibantu oleh pegawai KUA Sentolo,” papar Joko.

Dengan tambahan dua kegiatan yang direncanakan pada momentum HSN tersebut, jumlah pelaksanaan ikrar wakaf KUA Sentolo pada tahun 2026 akan mencapai 16 kali. Capaian ini menjadi motivasi bagi KUA Sentolo untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan wakaf yang cepat, mudah, dan cermat.

KUA Sentolo juga terus mengembangkan layanan jemput bola, termasuk membantu wakif dan nazir dalam menyiapkan dokumen persyaratan agar proses pengurusan wakaf menjadi lebih mudah.

“Apabila wakif atau nazir mengalami kesulitan dalam menyiapkan dokumen, KUA Sentolo siap membantu. Wakif atau nazir cukup mengirimkan foto dokumen persyaratan dengan jelas, rapi, dan berwarna. Selanjutnya, pegawai KUA Sentolo akan membantu menyiapkan dokumen tersebut,” pungkas Sukardi. (skd/mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *