Sekolah Kebangsaan 6: Mengenal Keormasan NU
Kulon Progo (FKUB) – Organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama berdiri sejak 31 Januari 1926. Kemudian dikabulkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda pada 6 Februari 1930. Dr. Ahmad Athoillah menyampaikan hal itu saat menjadi Narasumber dalam Sekolah Kebangsaan 6 yang berlangsung di Kantor PCNU Kulon Progo, Selasa (22/6/2021) siang.
“Organisasi keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) berdiri tanggal 31 Januari 1926, dan dikabulkan oleh Pemerintah Kolonial Hindia Belanda tanggal 6 Februari 1930,” tuturnya.
Athoillah dalam paparannya berjudul Menghimpun Keberagaman Membangun Kebangsaan: Peran NU dalam Kerukunan dan Kebangsaan, menuturkan bahwa gerakan keagamaan mengarah pada nasionalisme mulai tumbuh di kalangan Islam sejak berdirinya Sarekat Islam. Kiai Wahab Hasbullah berpikir bahwa nasionalisme dapat ditumbuhkan melalui pendidikan berbasis keagamaan, bukan hanya melalui politik. Maka Kiai Wahab bersama Kiai Mas Mansur (Kiai Mansur bergabung ke Muhammadiyah 1922) mendirikan Nahdlatul Wathan (pergerakan tanah air) di Surabaya tahun 1916. NU bersama Muhammadiyah menjadi inti organisasi keagamaan di Indonesia pasca kemerdekaan.
Athoillah menyebutkan jejak Islam di Kulon Progo ditemukan di Dukuh (Purwoharjo, Samigaluh), Kamal (Karangsari, Pengasih) dan Jatisarono (Nanggulan). Beberapa pesantren telah eksis di awal abad ke-19 seperti Wonopeti (Galur), Sermo (Pengasih) dan Glaeng (Temon). “Pasca kemerdekaan, para alumni pesantren Glaeng bersama alumni pesantren Tremas, Tebuireng dan Jampes mendirikan NU cabang Adikarto bulan September 1949 dan NU cabang Kulon Progo tanggal 10 Desember 1949,” terang Athoillah.
Menurut Athoillah, NU Kulon Progo sudah eksis bekerjasama dengan pemerintah setempat dan tokoh lintas agama membina kerukunan internal dan eksternal tahun 1996. “NU Kulon Progo terlibat dalam kerjasama umat beragama (interfaith commite/IFC) yang dikoordinatori oleh Drs. Subangi tahun 1999. Dengan berbagai organisasi sosial di bawah NU telah memberikan sumbangsih dalam kehidupan sosial kemasyarakatan dan menjaga kerukunan umat beragama,” pungkasnya.
Sekolah Kebangsaan 6 yang diinisiasi oleh PUSHAM UII dihadiri oleh Agus M (Dikpora), Aris Sutrisno (Polres KP), Nurhadi (Kankemenag), Henricus Arwi (Bakesbangpol), Isngasro (PCNU), Burhani Arwin (FKUB) serta diikuti oleh anggota Perempuan Berkebaya dan Forum Pemuda Lintas Agama Kulon Progo. (her/abi).
Tetap sehat dan semangat
#LawanCovid-19
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!