Sikap Muslim Terhadap Isra Mi’raj

Oleh: Kamalia Aida Nafisah
Siswa MTsN 6 Kulon Progo
Saat ini kita berada di bulan Rajab 1447 Hijriyah. Ada peristiwa penting dalam perjalanan hidup Rasulullah SAW yakni peristiwa Isra’ Mi’raj.
Isra` adalah perjalanan Rasulullah SAW bersama Malaikat Jibril dari Makkah ke Baitul Maqdis (Palestina). Berdasarkan firman Allah SWT dalam QS al Isra’ [17]: 1
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الأَقْصَى
Mahasuci Allah Yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjid al-Haram ke Masjid al-Aqsha
Sedangkan Mi’raj berarti tangga khusus yang digunakan oleh Nabi SAW untuk naik dari bumi menuju tujuh lapis langit hingga ke Sidratul Muntaha.
Dahulu sekelompok kaum musyrik datang menemui Abu Bakar ash-Shiddiq ra. Dan terjadi dialog sebagai berikut :
Kaum Musyrik : Lihatlah apa yang telah diucapkan temanmu (Muhammad saw.)!
Abu Bakar : Apa yang beliau ucapkan?”
Kaum musyrik : Dia mengklaim telah pergi ke Baitul Maqdis, kemudian dinaikkan ke langit, dan peristiwa tersebut hanya berlangsung satu malam.
Abu Bakar : Jika memang demikian yang beliau ucapkan, maka sungguh berita tersebut benar sesuai yang beliau ucapkan karena beliau adalah orang yang jujur.”
Demikianlah seharusnya sikap seorang Muslim terhadap setiap berita yang benar dari Allah SWT dan Rasul-Nya. Maka, seorang Muslim sudah sepatutnya mengimaninya, seperti peristiwa Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!