Program Pelita Madinahku: KUA Kalibawang Perkuat Pembinaan Keagamaan  

Kulon Progo (KUA Kalibawang) — Kantor Urusan Agama (KUA) Kalibawang terus berupaya menguatkan perannya dalam pembinaan keagamaan masyarakat melalui Program Pelita Madinahku. Kegiatan pengajian dan tahsin Al-Qur’an tersebut dilaksanakan pada Rabu (14/1/2025) dan diikuti oleh segenap Pegawai dan karyawan Pemerintah Kapanewon setempat, PKH, dan Bumdesma Kalibawang dengan penuh antusias.

Pengajian mengangkat tema “Lima Penghalang untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik atau Saleh Menurut Sahabat Ali bin Abi Thalib.” Materi disampaikan oleh Titin Hariyati, S.Ag., Penyuluh Agama Islam KUA Kapanewon Kalibawang. Dalam paparannya, ia menjelaskan lima penghalang utama dalam upaya memperbaiki diri, yaitu nyaman dengan kebodohan, rakus terhadap dunia, sifat pelit atau kikir, riya’ dalam beramal, serta ujub atau membanggakan diri.
“Lima penghalang ini sering kali tidak disadari, padahal sangat memengaruhi kualitas keimanan seseorang. Melalui pengajian ini, kami mengajak jamaah untuk berani bermuhasabah dan terus memperbaiki diri,” ujarnya.

Selain pengajian, kegiatan tersebut juga dilanjutkan dengan tahsin Al-Qur’an yang dipandu oleh Penyuluh KUA Kalibawang Agus Purwoko, S.T.P., dengan membaca Surat Q.S. Al A’la ayat 11 – 19. Sesi ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an peserta sesuai dengan kaidah tajwid.

“Bacaan Al-Qur’an yang baik dan benar akan menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an serta mendorong semangat untuk terus belajar dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Di temui di tempat terpisah Kepala KUA Kapanewon Kalibawang Ibnu Kafid, S.H.I menyampaikan bahwa Program Pelita Madinahku merupakan bentuk komitmen KUA dalam menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang berkelanjutan dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Program Pelita Madinahku merupakan wujud nyata kehadiran KUA Kalibawang di tengah masyarakat. Penyuluh agama Islam memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembinaan umat,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan secara rutin dan menjangkau lebih luas lapisan masyarakat.
“Dengan sinergi antara KUA dan masyarakat serta semua pihak, nilai-nilai keagamaan diharapkan semakin membumi dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya. (akh/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *