Ngaji Bareng Isra’ Mi’raj Tumbuhkan Salat MI Muhammadiyah Garongan

Kulon Progo (Mimuhga) – MI Muhammadiyah Garongan dalam rangka Isra’ Mi’raj melaksanakan Ngaji Bareng orangtua/wali murid, guru, dan pegawai. Agenda tersebut dengan mengusung tema Menyucikan Hati Menebar Rahmat bagi Sesama dan Alam. Hadir sebagai pembicara, Pengawas PAI Kankemenag Kulon Progo, Drs. Tukidi. M.S.I. dalam pengajian yang berlangsung di madrasah setempat, Senin (12/1/2026).

Kepala MIM Garongan,  Siti Nurhayati, S.Ag. M.S.I. menyampaikan bahwa peringatan Isra’ Mi’raj tahun ini dirancang sebagai momentum pendidikan. “Kami selaraskan pesan spiritual tentang penyucian hati dan kepedulian dengan praktik pendidikan sehari-hari. Orang tua kami libatkan untuk membangun kemitraan yang kuat. Harapannya agar nilai-nilai kebaikan serta rasa hormat kepada sesama dan alam. Tidak hanya diajarkan di kelas, tetapi juga tumbuh sebagai budaya yang hidup di rumah dan masyarakat,” ungkap Kamad.

Selain itu Kamad juga berharap momentum ini untuk menegakkan salat bersama-sama. “Isra’ Mi’raj menguatkan komitmen bersama antara orang tua dan murid. Orang tua menjadi teladan yang konsisten dalam menegakkan salat, menciptakan ritme ibadah yang hangat dan bermakna di rumah.  Bagi anak salat menjadi madrasah pertama yang mengajarkan disiplin, ketenangan, dan kesadaran akan kebesaran Allah. Salat lima waktu sebagai fondasi hidup dan sumber pembentukan karakter. Sehingga tercipta harmoni ibadah di rumah yang berdampak positif bagi kehidupan sosial dan lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu  Pengawas PAI Kankemenag Kulon Progo, Drs. Tukidi. M.S.I. menekankan pencerahannya bahwa peringatan Isra’ Mi’raj adalah menjadikan ibadah salat sebagai fondasi karakter. “Salat lima waktu yang perintahkan pasca peristiwa tersebut bukan ritual kosong. Melainkan latihan spiritual untuk menyucikan hati dan sumber energi berbuat baik,” ujarnya.

“Dari salat yang khusyuk diharapkan lahir generasi yang disiplin, jujur, dan peduli nilai. Yang tercermin dalam sikap hormat kepada orang tua, rasa sayang pada teman, serta tanggung jawab menjaga lingkungan. Dengan demikian salat menjadi kekuatan nyata yang tidak hanya menegakkan agama. Tetapi juga menyebarkan rahmat bagi seluruh alam,” terang Tukidi. (sit/abi).

#KementerianSemuaAgama
#MakinDigitalMenjangkauUmat

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *