Jeda di Ruang Kosong

Taufik Rafi’ Rizqullah
Siswa MTsN 5 Kulon Progo

Mengosongkan lambung, membungkam bising,
Saat mesin raga berhenti berpusing.
Bukan soal menahan lapar yang fana,
Tapi mendengar bisik jiwa yang lama sirna.

Seni menghapus warna demi melihat cahaya,
Di balik piring kosong yang tak lagi bertahta.
Kita butuh jeda dari pelumas dunia,
Agar jujur menyapa tanpa topeng dan gaya.

Siksaan raga adalah pesta bagi sukma,
Menemukan makna di antara dahaga yang menggema.
Sebab penuh ternyata tak selalu menenangkan,
Dalam sunyi puasa, keutuhan justru ditemukan.

Di ufuk jingga, sebuah rahasia pun terbentang:
Bahwa yang paling isi berasal dari yang kosong.
Satu bulan untuk berhenti menjadi mesin,
Kembali menjadi manusia yang tak lagi ingin.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *