Seksi Pakis Adakan Koordinasi dan Pendampingan Penyelesaian BAP EMIS

Kulon Progo (Kemenag KP) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) menggelar kegiatan Koordinasi dan Pendampingan Penyelesaian BAP EMIS Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) di Aula PLHUT Kemenag Kulon Progo, Selasa (26/5/2026).
Kegiatan diikuti para operator EMIS Pondok Pesantren dan MDT se-Kabupaten Kulon Progo sebagai upaya mempercepat penyelesaian BAP EMIS sekaligus memetakan berbagai kendala yang dihadapi lembaga pendidikan keagamaan.
Dalam sambutannya, Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) Kankemenag Kulon Progo menegaskan bahwa pendataan EMIS bukan sekadar pekerjaan administratif, melainkan fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan keagamaan yang berbasis data valid dan akuntabel.
“Data EMIS saat ini menjadi dasar berbagai program pemerintah, mulai dari pembinaan, bantuan sarana prasarana, bantuan kelembagaan, hingga perencanaan kebijakan pendidikan keagamaan. Karena itu data yang valid menjadi kebutuhan bersama,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut hasil rapat koordinasi Direktorat Pesantren Kementerian Agama RI serta arahan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY terkait validasi dan penataan data lembaga pendidikan keagamaan melalui sistem EMIS.
Menurutnya, untuk pondok pesantren, validasi data diarahkan pada kesesuaian dengan unsur-unsur Arkanul Ma’had, termasuk data santri mukim. Adapun bagi MDT dan LPQ, perhatian difokuskan pada keaktifan lembaga serta pembaruan data EMIS secara berkala agar seluruh layanan pendidikan keagamaan dapat terdata dengan baik.

“Untuk pondok pesantren, validasi data diarahkan pada kesesuaian dengan unsur-unsur Arkanul Ma’had, termasuk data santri mukim. Adapun bagi MDT dan LPQ, perhatian difokuskan pada keaktifan lembaga serta pembaruan data EMIS secara berkala sehingga seluruh layanan pendidikan keagamaan dapat terdata dengan baik,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Kemenag Kulon Progo juga memberikan apresiasi kepada para operator EMIS yang selama ini menjadi ujung tombak dalam pengelolaan data lembaga. Namun demikian, penyelesaian dan validasi data tidak dapat dibebankan kepada operator semata.
“Keberhasilan EMIS bukan hanya keberhasilan operator, tetapi keberhasilan seluruh unsur lembaga. Karena itu diperlukan dukungan pengasuh, kepala lembaga, pengurus, dan seluruh pihak terkait agar data yang disajikan benar-benar sesuai dengan kondisi riil,” tambahnya.
Selain sebagai forum pendampingan, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menginventarisasi berbagai kendala yang dihadapi lembaga dalam penyelesaian BAP EMIS, mulai dari validasi data santri, ketidaksesuaian NIK, kelengkapan dokumen kelembagaan, hingga kendala teknis pengelolaan sistem. Hasil inventarisasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan tindak lanjut pembinaan dan koordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Kulon Progo berharap proses pemutakhiran data EMIS pada Pondok Pesantren, MDT, dan lembaga pendidikan keagamaan lainnya dapat berjalan lebih optimal sehingga menghasilkan data yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penyusunan program dan kebijakan yang tepat sasaran. [rls]



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!