Jejak Takbir di Pagi Iduladha

Helmalia Arina Susbiyanto
Siswa MTsN 6 Kulon Progo

Pagi datang membawa gema takbir,
Mengalun pelan di sela embun dan angin.
Langit seperti ikut bersujud,
Menyambut hari penuh ikhlas dan kasih.

Di halaman rumah,
Ayah menatap sapi dengan mata teduh,
Bukan sekadar tentang kurban,
Tetapi tentang hati yang belajar rela.

Ibu sibuk menyiapkan hidangan,
Sementara anak-anak berlari kecil
Dengan baju terbaik dan senyum sederhana,
Seolah bahagia tak perlu dibuat mewah.

Iduladha mengajarkan banyak hal,
Tentang cinta yang tak selalu memiliki,
Ttentang memberi tanpa menunggu kembali,
Dan tentang doa yang tumbuh dari ketulusan.

Takbir terus menggema,
Masuk ke dada yang kadang penuh keluh.
Hari ini aku belajar,
Bahwa pengorbanan bukan kehilangan,
Melainkan jalan menuju keikhlasan.

Di bawah langit yang bening,
Aku ingin menjadi hati yang lebih lapang,
Seperti Ibrahim yang taat,
Dan Ismail yang percaya pada cinta Tuhannya..

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *