Edukasi Keadilan Bansos dan Nilai Ibadah, KUA Pengasih Sapa KPM PKH Karongan
Kulon Progo (KUA Pengasih) – Program Sikap Baik dan Pusaka Sakinah KUA Pengasih kembali menyapa warga melalui pertemuan rutin Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH di kediaman Marsudi, RT 03 Karongan, Kedungsari, Pengasih, Kamis (10/9/2026) pukul 09.00 WIB. Kegiatan ini menghadirkan kolaborasi Penyuluh Agama Islam, Muhammad Musodiqin, S.Sos., dan Pendamping PKH, Eny Puri Rahayu.

Dalam sosialisasi tersebut, Eny Puri Rahayu menekankan pentingnya pemahaman bahwa bantuan sosial PKH bukanlah penstabil pendapatan tetap atau gaji bulanan. Langkah edukasi ini krusial untuk menanamkan prinsip keadilan dan pemerataan sosial. Eny mengimbau agar warga memiliki kerelaan berlapang dada untuk siap bergantian menerima bantuan apabila kondisi ekonomi keluarga telah membaik, sehingga bansos dapat dialihkan kepada warga lain yang lebih membutuhkan.
Melengkapi materi sosial tersebut, Muhammad Musodiqin menyampaikan penguatan spiritual berbasis Al-Qur’an Surah Adz-Dzariyat ayat 56 tentang hakikat penciptaan jin dan manusia untuk beribadah. Ia menjelaskan pemaknaan ibadah yang terbagi menjadi ibadah mahdhah (ibadah ritual murni) dan ghairu mahdhah (amalan sosial). Menurutnya, sikap jujur, rela berbagi, dan lapang dada dalam urusan bantuan sosial juga bernilai ibadah ghairu mahdhah di sisi Allah SWT.
Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga, S.H.I., M.S.I., menyampaikan dukungannya atas pesan edukatif yang disampaikan.
“Bansos adalah stimulus kemandirian, bukan pendapatan permanen. Melalui Program Sikap Baik, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa melepas bantuan saat ekonomi membaik demi warga lain yang lebih rentan adalah bentuk keluhuran budi sekaligus wujud ibadah sosial yang sangat mulia,” tegas Rangga.(lua/mel)




Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!