Bekali Warga Madrasah Pentingnya Mendoakan yang Telah Meninggal, Mustafid Isi Kajian Zuhur

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Warga MAN 1 Kulon Progo mendapatkan pembekalan keagamaan melalui kajian Zuhur yang disampaikan H. Mustafid Enukhad, S.Ag., M.S.I., Kamis (17/9/2026), di Masjid Al Huda MAN 1 Kulon Progo. Kajian tersebut mengangkat pentingnya mendoakan orang yang telah meninggal dunia sebagai bentuk kepedulian, penghormatan, dan pengamalan ajaran Islam.
Dalam kajiannya, Mustafid mengajak warga madrasah untuk membangun kesadaran bahwa hubungan kebaikan antara orang yang masih hidup dengan mereka yang telah meninggal tidak serta-merta berakhir. Salah satu bentuk kebaikan yang dapat dilakukan adalah mendoakan mereka, memohonkan ampunan, rahmat, dan kebaikan kepada Allah Swt.
Mendoakan orang yang telah meninggal juga menjadi bagian dari kepedulian seorang muslim terhadap sesama. Doa yang dipanjatkan diharapkan menjadi wujud kasih sayang sekaligus pengingat bagi orang yang masih hidup bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah Swt.
Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa kajian keagamaan seperti ini penting untuk membentuk karakter warga madrasah agar memiliki kepekaan spiritual dan sosial.
“Mendoakan mereka yang telah meninggal merupakan bentuk kepedulian dan kasih sayang yang dapat terus kita lakukan. Melalui kajian ini, kami berharap warga madrasah semakin memahami pentingnya mendoakan orang tua, keluarga, guru, maupun sesama muslim yang telah mendahului kita,” tutur Farida.
Menurutnya, pembiasaan mendoakan orang yang telah meninggal juga dapat menanamkan nilai birrul walidain, khususnya kepada orang tua yang telah wafat. Selain menjadi amalan, doa tersebut dapat menjadi pengingat agar generasi yang masih hidup senantiasa menghargai jasa dan kebaikan orang-orang yang telah mendahuluinya.
Kajian Zuhur tersebut memberikan manfaat yang tidak hanya dirasakan secara personal, tetapi juga berpotensi memperkuat kehidupan sosial-keagamaan di masyarakat. Pemahaman tentang pentingnya mendoakan orang yang telah meninggal dapat mendorong warga madrasah untuk lebih peduli terhadap keluarga dan lingkungan ketika ada anggota masyarakat yang mengalami musibah kematian.
Kebiasaan tersebut juga dapat mempererat solidaritas sosial. Kehadiran warga dalam mendoakan orang yang meninggal maupun keluarga yang ditinggalkan menjadi bentuk dukungan moral dan spiritual, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Melalui kajian Zuhur yang dilaksanakan secara rutin, MAN 1 Kulon Progo terus berupaya menghadirkan pembinaan keagamaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Materi yang disampaikan diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat diamalkan dalam kehidupan pribadi, lingkungan madrasah, keluarga, dan masyarakat. (mar)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!