Melahirkan Pemimpin Berintegritas: Sinergi Literasi Demokrasi dan Nilai Islami di Pemilihan OSIS MANSAKU

Kulon Progo (MAN 1 KP) — Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIS) MAN 1 Kulon Progo (MANSAKU) berlangsung secara demokratis pada Kamis (8/10/2026) di Ruang AVA. Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak di seluruh madrasah di Kabupaten Kulon Progo sebagai bagian dari upaya memberikan pengalaman nyata kepada peserta didik dalam menerapkan nilai-nilai demokrasi di lingkungan pendidikan.

Pemilihan OSIS tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi kesiswaan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi peserta didik untuk memahami proses demokrasi, mulai dari mengenali calon, menentukan pilihan secara bertanggung jawab, hingga menghargai hasil pemilihan. Di MANSAKU, proses tersebut sekaligus dipadukan dengan nilai-nilai Islami sebagai landasan dalam membentuk calon pemimpin yang berintegritas.

Kepala MAN 1 Kulon Progo, Farida Rahmawati, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa pemilihan OSIS merupakan bagian penting dari pendidikan kepemimpinan bagi peserta didik.

“Pemilihan OSIS bukan sekadar memilih siapa yang akan menjadi ketua dan wakil ketua. Di dalamnya terdapat proses pembelajaran demokrasi, tanggung jawab, kejujuran, dan bagaimana peserta didik belajar menentukan pilihan dengan mempertimbangkan kemaslahatan bersama,” ujar Farida.

Menurutnya, demokrasi di lingkungan madrasah perlu berjalan beriringan dengan nilai-nilai keislaman. Kebebasan dalam menentukan pilihan harus disertai dengan tanggung jawab, kejujuran, sikap saling menghormati, serta kesediaan menerima keputusan bersama.

“Nilai-nilai demokrasi harus kita bangun bersama dengan nilai Islami. Pemimpin yang baik bukan hanya memiliki kemampuan memimpin, tetapi juga harus memiliki integritas, amanah, adil, dan mampu memberikan keteladanan kepada orang lain,” tambahnya.

Pelaksanaan pemilihan di Ruang AVA menjadi momentum bagi peserta didik untuk mempraktikkan secara langsung prinsip-prinsip demokrasi. Peserta didik diberikan kesempatan menggunakan hak pilihnya untuk menentukan pasangan calon yang dianggap mampu membawa organisasi siswa menjadi lebih baik.

Pengalaman tersebut diharapkan dapat membangun kesadaran bahwa setiap suara memiliki arti dan harus diberikan secara bijak. Peserta didik juga belajar bahwa perbedaan pilihan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokratis sehingga harus disikapi dengan kedewasaan, toleransi, dan saling menghargai.

Lebih dari itu, proses pemilihan OSIS menjadi bagian dari pendidikan kepemimpinan yang berorientasi pada pembentukan karakter. Peserta didik tidak hanya dipersiapkan menjadi pemimpin organisasi di lingkungan madrasah, tetapi juga dibekali kemampuan untuk menjadi generasi yang mampu mengambil keputusan, bekerja sama, menyampaikan aspirasi, dan bertanggung jawab terhadap pilihan yang telah dibuat.

Melalui sinergi literasi demokrasi dan nilai-nilai Islami tersebut, MANSAKU berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin di masa depan.

Pemilihan OSIS akhirnya bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan menjadi laboratorium demokrasi bagi peserta didik untuk belajar bahwa kepemimpinan lahir dari proses, kepercayaan, tanggung jawab, dan integritas. (akh/eko)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *