Peduli Dampak Kekeringan, Kemenag dan Pokjaluh Kulon Progo Bersinergi Salurkan Air Bersih di Girimulyo

Kulon Progo (KUA Girimulyo) – Dampak kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kulon Progo mendorong berbagai pihak untuk bergandengan tangan membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat. Kementerian Agama melalui penyuluh agama turut mengambil peran dengan bersinergi bersama Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) dalam penyaluran bantuan air bersih bagi masyarakat terdampak. Rangkaian penyaluran air bersih tersebut berlangsung secara bertahap pada 30 September 2026 sampai 7 Oktober 2026, dengan menyasar sejumlah wilayah di Kabupaten Kulon Progo, khususnya Kapanewon Girimulyo. Penyaluran juga menjangkau beberapa wilayah di Kapanewon Pengasih dan Kokap.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan air bersih secara simbolis pada Rabu (30/9) di Ponces, Kalurahan Purwosari, Kapanewon Girimulyo. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., serta jajaran Kementerian Agama dan penyuluh agama. Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo Dr. H. M. Wahib Jamil, S.Ag., M.Pd. turut hadir dalam rangkaian kegiatan. Perwakilan KUA Girimulyo, KH Jazari, S.Ag., juga hadir bersama Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo H.M. Qomaruzzaman, S.Ag., M.S.I.

Melalui Pokjaluh Kota Yogyakarta, bantuan air bersih disalurkan ke delapan lokasi dengan total 22 tangki. Bantuan tersebut menjangkau wilayah Penggung, Ponces, Nogosari, Ngaglik, Jarakan Samigaluh, Beteng, Jatiroto, dan Gedong. Sementara itu, Pokjaluh Kabupaten Kulon Progo turut bersinergi dengan menyalurkan bantuan di tiga lokasi, yakni Gunung Kelir, Sonyo, dan Banyunganti. Sebanyak enam tangki air disalurkan kepada masyarakat. Bantuan juga dilengkapi dengan satu torn air dan pipa saluran air untuk mendukung penampungan serta distribusi air di lokasi yang membutuhkan.

Perwakilan Kalurahan Ponces, Ngadiran, S.P., menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat. Bantuan air bersih tersebut dinilai sangat berarti karena kebutuhan air masyarakat terus berlangsung, sementara ketersediaan sumber air semakin terbatas akibat kekeringan.

“Kondisi kekeringan seperti ini sangat dirasakan masyarakat, karena air merupakan kebutuhan utama yang digunakan setiap hari. Bantuan yang diberikan tentu sangat membantu warga. Kami menyampaikan terima kasih atas perhatian dan kepedulian Kementerian Agama serta Pokjaluh yang telah hadir membantu masyarakat di tengah kondisi seperti ini. Semoga sinergi dan kepedulian seperti ini dapat terus terjalin,” ungkapnya.

Bagi warga penerima bantuan, penyaluran air bersih juga memberikan manfaat secara langsung. Sejumlah warga menyampaikan bahwa bantuan tersebut membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari di tengah terbatasnya sumber air yang tersedia akibat musim kemarau. Kehadiran bantuan juga membuat warga tidak harus mencari atau mengambil air dari sumber yang lokasinya lebih jauh.

Dari sisi Kementerian Agama, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih dekat dengan masyarakat. Kepala Subbagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo H.M. Qomaruzzaman, S.Ag., M.S.I., menyampaikan bahwa kepedulian terhadap masyarakat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari semangat pelayanan Kementerian Agama.

“Kementerian Agama tidak hanya hadir dalam pelayanan dan pembinaan di bidang keagamaan, tetapi juga berupaya hadir ketika masyarakat menghadapi persoalan sosial dan kemanusiaan. Penyaluran air bersih ini merupakan bentuk kepedulian dan sinergi bersama untuk membantu masyarakat yang terdampak kekeringan. Kita berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan meringankan kebutuhan warga,” tuturnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan para penyuluh agama yang turut menjadi penghubung antara Kementerian Agama dan masyarakat. Menurutnya, keberadaan penyuluh yang dekat dengan masyarakat menjadi modal penting dalam mengetahui kondisi dan kebutuhan warga di lapangan. Keterlibatan penyuluh agama dalam rangkaian kegiatan tersebut menegaskan bahwa peran penyuluh tidak hanya berkaitan dengan pembinaan dan penyuluhan keagamaan. Di tengah masyarakat, penyuluh juga hadir sebagai bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam merespons berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan. Kehadiran tersebut diwujudkan melalui kepedulian, koordinasi, dan sinergi ketika masyarakat menghadapi kondisi yang membutuhkan perhatian dan gotong royong.

Sinergi tersebut diwujudkan tidak hanya melalui distribusi air menggunakan tangki. Bantuan juga diarahkan untuk mendukung keberlanjutan akses air masyarakat melalui penyediaan satu torn dan pipa saluran air. Sarana tersebut diharapkan dapat membantu penampungan dan distribusi air pada wilayah yang membutuhkan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan penyerahan bantuan pipa saluran air pada Rabu (7/10) di Gate 1 Sungai Mudal, Banyunganti, Jatimulyo. Penyerahan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan air bersih, khususnya di wilayah yang terdampak kekeringan. Kegiatan penyaluran air bersih ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat pelayanan kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui kolaborasi. Ketika berbagai pihak bergerak bersama, kebutuhan masyarakat dapat direspons dengan lebih cepat dan manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh warga yang membutuhkan. (hdf/ mel)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *