Hari Santri, MAN 3 Kulon Progo Gelar Festival Religi dan Apresiasi Literasi

Kulon Progo (MAN 3 KP) – MAN 3 Kulon Progo memperingati Hari Santri Nasional dengan menggelar upacara dan Festival Hari Santri pada Kamis (22/10/2026). Mengawali kegiatan pukul 07.00 WIB, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan mengikuti upacara di lapangan depan Masjid Sultan Agung dengan Kepala MAN 3 Kulon Progo, Nurhayanti, S.Pd., M.Sc., bertindak sebagai pembina upacara. Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan dilanjutkan dengan Festival Hari Santri bertema “Generasi Santri Berilmu, Berakhlak, dan Berprestasi: Menguatkan Tradisi Menyongsong Masa Depan” yang diisi berbagai perlombaan serta pemberian apresiasi literasi Perpustakaan Kanzul ‘Ilmi.

“Peringatan Hari Santri menjadi momentum bagi kita untuk mengenang perjuangan para santri dan ulama dalam mempertahankan kemerdekaan serta membangun bangsa. Namun, semangat santri tidak cukup hanya dikenang, tetapi harus kita lanjutkan melalui sikap dan tindakan nyata. Santri masa kini harus memiliki ilmu pengetahuan, akhlak yang baik, semangat belajar, serta kemampuan untuk menghadapi perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman,” ungkap Nurhayanti

Upacara berlangsung khidmat dengan diikuti seluruh warga madrasah. Melalui tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peserta diajak memahami bahwa santri memiliki peran penting dalam membangun masa depan bangsa. Semangat keilmuan, keteladanan akhlak, cinta tanah air, dan kepedulian sosial menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk berkontribusi bagi masyarakat dan negara.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan Festival Hari Santri yang melibatkan perwakilan dari setiap kelas. Berbagai perlombaan diselenggarakan untuk memberikan ruang bagi siswa dalam mengembangkan pengetahuan, kreativitas, bakat, serta kecintaan terhadap tradisi keislaman. Adapun perlombaan yang digelar meliputi cerdas cermat, kaligrafi, dan menyanyi religi. Setiap kelas mengirimkan perwakilan untuk berkompetisi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Lomba cerdas cermat menjadi sarana untuk menguji wawasan dan pengetahuan keislaman siswa, sekaligus melatih ketangkasan berpikir dan kerja sama tim. Sementara itu, lomba kaligrafi memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekspresikan kreativitas seni melalui keindahan tulisan Arab. Adapun lomba menyanyi religi menjadi wadah bagi siswa untuk menampilkan bakat seni sekaligus menyampaikan pesan-pesan kebaikan melalui lagu-lagu bernuansa Islami.

Lebih lanjut, Nurhayanti menyampaikan bahwa Festival Hari Santri bukan sekadar kegiatan untuk memeriahkan peringatan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran yang menyenangkan. Melalui perlombaan, siswa dapat belajar tentang keberanian, sportivitas, kerja sama, kreativitas, dan sikap saling menghargai.

“Anak-anak perlu memahami bahwa menjadi generasi santri bukan hanya tentang pengetahuan agama, tetapi juga bagaimana mengamalkan ilmu dalam kehidupan sehari-hari. Santri harus berilmu, berakhlak, dan memiliki prestasi. Saya berharap melalui kegiatan ini, siswa semakin percaya diri mengembangkan bakatnya, berani berkompetisi secara sehat, serta tetap menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan budaya yang baik,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang setiap perlombaan. Selain memberikan penghargaan kepada siswa berprestasi, pada kesempatan tersebut juga diserahkan apresiasi kepada pengunjung dan peminjam buku teraktif Perpustakaan Kanzul ‘Ilmi. Penghargaan ini menjadi bentuk penghormatan terhadap siswa yang menunjukkan minat dan konsistensi dalam memanfaatkan perpustakaan sebagai sumber belajar.

Pemberian apresiasi literasi tersebut sekaligus menjadi upaya madrasah untuk menumbuhkan budaya membaca dan meningkatkan kunjungan siswa ke perpustakaan. Melalui penghargaan ini, diharapkan semakin banyak siswa yang menjadikan kegiatan membaca, meminjam buku, dan mencari informasi sebagai bagian dari kebiasaan belajar sehari-hari.

“Harapan kami, semangat Hari Santri dapat terus tumbuh dalam diri seluruh siswa MAN 3 Kulon Progo. Jadilah generasi yang mencintai ilmu, menjaga akhlak, rajin membaca, berani berkarya, dan terus berprestasi. Tradisi keilmuan harus kita rawat, sementara kemajuan zaman harus kita sambut dengan kesiapan dan kemampuan. Semoga anak-anak menjadi generasi yang mampu menguatkan negeri dan memberikan kontribusi terbaik menuju Indonesia Emas,” pungkasnya. (Shi)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *