Kabid Urais Kemenag DIY Lakukan Monitoring di KUA Nanggulan

Kulon Progo (KUA Nanggulan) – Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di bawah kepemimpinan Drs. H. Jauhar Mustofa, M.S.I melakukan kegiatan monitoring di Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Nanggulan pada Senin (18/12/2023). Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan pelaksanaan tugas dan fungsi KUA berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Drs. H. Jauhar Mustofa, M.S.I, beserta timnya tiba di KUA Nanggulan, disambut hangat oleh Kepala KUA setempat, Jemino, S.H.I serta segenap jajarannya. Pertemuan dan kunjungan  tersebut merupakan salah satu wujud sinergi dan koordinasi dalam upaya meningkatkan pelayanan urusan keagamaan di wilayah setempat.

Selain itu ia  juga menekankan pentingnya peran Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Nanggulan sebagai salah satu KUA revitalisasi tahun pertama, yang dimulai sejak tahun 2021. Program ini merupakan inisiatif dari Menteri Agama RI dengan tujuan meningkatkan peran KUA di masyarakat, sesuai dengan konsep Pusat Layanan Keagamaan (PUSAKA).

“Hingga saat ini, Yogyakarta telah memiliki 34 KUA Revitalisasi yang bertujuan untuk mengubah branding KUA dari Kantor Urusan Asmara menjadi KUA PUSAKA. Hal ini mengimplikasikan bahwa segala aspek dan urusan keagamaan akan dipusatkan di KUA, sehingga masyarakat dapat merasakan dampaknya secara langusng” ujar Kabid Urais.

Dalam konteks Kapanewon Nanggulan, Kabid Urais menyampaikan bahwa masyarakatnya sangat heterogen, mirip dengan keadaan dan keberagaman di Bali, yang mana konsep KUA PUSAKA sudah berhasil diimplementasikan.

” Kami berharap KUA Nanggulan dapat memainkan peran kunci dalam menggalakkan moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakatnya,” harapnya.

Dalam penutupan, Kabid Urais menegaskan  kembali akan  pentingnya membangun  pojok moderasi beragama di KUA Nanggulan. “Kami bertekad mewujudkan semua KUA yang Keren, Hebat, Ramai dan Dahsyat. Semua ini demi meningkatkan kualitas layanan keagamaan, serta  menciptakan masyarakat yang lebih harmonis dalam bingkai moderasi beragama,” pungkasnya. (rml/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *