Bukber dan Mujahadah Guru MTsN 4 Kulon Progo Beserta Tokoh Masyarakat
Kulon Progo (MTsN4KP) – Jalin silaturahmi, MTsN 4 Kulon Progo inisiasi acara mujahadah dan buka bersama bagi guru pegawai, komite madrasah, dan tokoh masyarakat di wilayah Girimulyo dan Kaligesing, di ruang pertemuan madrasah setempat Kamis sore (20/3/2025). Kepala Madrasah Nurhayanti, S.Pd., M.Sc. Menjadikan momen tersebut sebagai salah satu sarana pererat silaturahmi kedinasan maupun personal.
Dalam sambutannya, Nurhayanti, S.Pd., M.Sc. sambut baik panitia yang telah merancang acara tersebut. “Terima kasih kepada segenap undangan yang hadir. Kami berharap silaturahmi dan kerjasama kedinasan dalam rangka pelayanan pendidikan di MTsN 4 Kulon Progo semakin sinergis ke depannya,” ungkap Nurhayanti. Hadir diantaranya kaur kesra kalurahan Jatimulyo, kaur kesra kalurahan Giripurwo, dan juga tokoh masyarakat di seputaran Jatimulyo serta Kaligesing. “Sinergi antara tokoh masyarakat, warga masyarakat, komite, dan madrasah semoga menjadikan MTsN 4 Kulon Progo senantiasa menjadi pilihan masyarakat dan menjadi garda terdepan dalam mengemban amanat pendidikan khususnya bagi umat islam,” ujarnya.
Adapun mujahadah dipimpin oleh Kiai Sarija Sirojan Muniro selaku kaur kesra kalurahan Jatimulyo yang juga merupakan alumni MTsN 4 Kulon Progo. Tampak seluruh hadirin terlihat khusyuk mengikuti mujahadah. “Mujahadah ini telah diijazahkan guru kami, dari Pondok Pesantren Al Munawir Krapyak, Yogyakarta. Dengan mujahadah ini, doa kita diijabah oleh Allah SWT, MTsN 4 Kulon Progo diberikan siswa yang sholeh sholihah, dimudahkan dalam mendidik generasi muda penerus bangsa,” ungkapnya.
Jelang buka puasa, ketua komite Drs. H. Sukardi, MA juga berkesempatan memberikan tausiyah dengan tema keutamaan sepertiga terakhir bulan ramadan serta amalan-amalan yang menyertai supaya semua dapat meraih lailatul qadar. “Jika kita tidak bergerak untuk beribadah di bulan ramadan dengan adanya lailatul qadar, lantas apalagi yang membuat kita mau beribadah?” demikian pertanyaan menggelitik yang dilontarkan. Ia pun mengajak kepada hadirin untuk memanfaatkan sisa waktu di bulan ramadan untuk memperbanyak amalan, termasuk iktikaf.
Acara sore tersebut kian terasa akrab, ditutup dengan buka bersama serta salah magrib berjamaah. Momen tersebut juga dimanfaatkan untuk saling berkenalan, bersilaturahmi, dan juga sharing berbagai hal. (siw/don)
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!