Peringati Hari Anak Internasional, MI Ma’arif Kokap Belajar di Luar Kelas
Kulon Progo (MIMA Kokap) – Anak merupakan generasi penerus keluarga dan bangsa memerlukan motivasi untuk menghadapi tantangan dunia modern. Maka lingkungan yang kondusif sangat dibutuhkan oleh anak, baik lingkungan keluarga maupun lingkungan sekitar termasuk sekolah.
Dalam rangka Hari Anak Internasional (HAI) MI Ma’arif Kokap melaksanakan sehari belajar di luar kelas, dengan tujuan dan harapan anak bisa berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar juga agar anak tidak merasakan kejenuhan ketika harus belajar di dalam kelas terus menerus.
Pelaksanaan belajar di luar kelas dilaksanakan Kamis (7/11), yang bertepatan dengan Hari Anak Internasional. Jumlah siswa yang mengikuti kegiatan ini adalah 144 terdiri dari kelas 1-6. Tujuan yang dikunjungi adalah Perpustakaan Daerah (Perpusda), Pantai Glagah dan Bandara Yogyakatra International Airport. Sebelumnya kegiatan diawali dengan apel pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, lagu-lagu nasional, lagu daerah, melafalkan doa sehari-hari dan cuci tangan yang dipandu oleh bapak ibu guru.
Kepala Madrasah Asrorudin yaitu menunjukkan secara langsung situasi dan kondisi Perpusda, mengetahui aturan- aturan yang ada di Perpusda. “Tujuan kunjungan ke Perpusda untuk menunjukkan secara langsung kepada anak-anak akan situasi dan kondisi kantor tersebut. Selain itu juga untuk mengetahui aturan-aturan di Perpusda. Selain itu juga memberi motivasi kepada anak untuk gemar membaca, dan akhirnya dapat mengembangkan perpustakaan yang ada di MI Ma’arif Kokap,” ungkap Asrorudin.
“Sementara itu di pantai Glagah selain wisata alam, juga untuk mengetahui daerah wisata di Kulon Progo. Anak-anak diajak melaksanakan permainan tradisional dialam terbuka. Adapun tujuan kunjungan ke bandara yaitu mengetahui kondisi bandara secara langsung, fasilitas yang ada di bandara dan yang paling mengesan bagi anak adalah agar anak bisa melihat langsung pesawat yang sedang landing dan lepas landas,” imbuhnya.
“Anak- anak sangat perlu diberikan motovasi untuk lebih gemar membaca, karena di zaman modern banyak sekali hal-hal yang bisa mempengaruhi anak melalui media-media sosial. Jadi, untuk menanggulangi hal tersebut diharapkan anak-anak lebih banyak untuk membaca terutama yang berkaitan dengan pengetahuan atau materi-materi pembelajaran. Selain itu pengetahuan lain yang dibutuhkan anak tanpa melalui media sosial,” pungkasnya. (bnt/abi)
Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!