Gelorakan Semangat Nasionalisme, Siswa MTsN 6 Kulon Progo Nyanyikan Lagu Wajib

Kulon Progo (MTsN 6 KP) – Dalam upaya menumbuhkan semangat nasionalisme, siswa MTsN 6 Kulon Progo diminta untuk menyanyikan lagu wajib dalam pembelajaran jarak jauh, Selasa (21/4/2020).

Guru Seni Budaya, Drs. Sutanto menjelaskan bahwa setiap siswa diminta untuk memilih sendiri lagu yang akan dinyanyikan, merekam suaranya melalui voice note, perekam atau media lain dan dikirim japri. Upaya ini dilakukan agar generasi milenial hapal dan mengerti makna lagu yang diciptakan Komponis Indonesia. Tanpa diberi tugas ini siswa tak akan mengenal Amir Pasaribu, R. Kusbini, Cornel Simanjuntak, Ibu Soed, WR. Supratmanm Husein Mutahar, dan lain-lain.

“Siswa saya minta untuk memilih lagu yang temponya sedang/ lambat agar warna vokalnya lebih kelihatan. Kalau saya bebaskan mereka akan memilih lagu yang bertempo cepat, menyanyikannyapun tergesa-gesa hanya ingin segera selesai,” terangnya.

Beberapa lagu yang dipilih siswa diantaranya, Nabila Ayu Aditama (8C) memilih lagu Tanah Airku, Wahyu Ika Prihapsari (8A) Syukur, Ari Rahmawati, Nesly (8B) memilih Satu Nusa Satu Bangsa, Dista Nuvi (8C) Indonesia Pusaka, Malika Putri Khasana (8B) Rayuan Pulau Kelapa, Tri Gustomo (8A) Bagimu Negri, Afifah Nur Nabila (8A) Syukur.

Menurut Nabila, dia memilih lagu tanah airku karya Ibu Soed sebab lagu tersebut bercerita tentang kecintaan terhadap tanah air Indonesia. Mengajak setiap warga negara untuk selalu mengenang selama hayatnya. Dan meski telah menjelajah ke berbagai negeri tetap merasa bangga dan cinta pada Indonesia.

Bagi Afifah Nur Nabila dia memilih lagu Syukur karya komponis Husein Mutahar karena isinya adalah ungkapan rasa syukur atas karunia kemerdekaan yang diberikan Tuhan melalui pahlawan yang telah berjuang merebut kemerdekaan.

Berbeda dengan dua temannya, Wahyu Ika lebih memilih Satu Nusa Satu Bangsa. Karya komponis L.Manik ini memberi energi positif semangat persatuan dan kesatuan. Meski tinggal di berbagai pulau (nusa) yang berbeda, memiliki berbagai macam bahasa daerah, namun tetaplah satu nusa satu bahasa dan satu bangsa, Indonesia.

Melihat antusiasme para siswanya dalam bernyanyi, Sutanto memberikan apresiasi yang tinggi. Sebab saat ini banyak lirik lagu yang isinya tidak mendidik.

Kepala MTsN 6 Kulon Progo, Imam Syamroni turut gembira, bahwa para siswanya diajak untuk mencintai lagu-lagu yang mengandung nilai luhur, cinta tanah air, menghargai para pejuang dan syukur kepada Sang pencipta. “ Semoga para siswa tetap memiliki rasa nasionalisme yang tinggi dan tidak mudah terpengaruh hal hal yang negatif,” kata Imam. (tan/abi)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *