Agar Pembelajaran Lancar, Siswa MTsN 5 Kulon Progo Diberi Bimbingan e-Learning

Kulon Progo (MTsN5KP) – Tahun Pelajaran 2020/2021 telah resmi dimulai dan hampir semua sekolah maupun madrasah masih menggunakan metode pembelajaran daring. Agar lebih siap menghadapi pembelajaran daring, MTsN 5 Kulon Progo mengadakan kegiatan pembimbingan program e-learning kepada seluruh siswa.

Sudah hampir 4 bulan sejak Covid-19 mewabah, siswa harus belajar di rumah. Kondisi yang tak memungkinkan memaksa mereka untuk berpisah sementara waktu dengan teman maupun guru di sekolah. Berbagai kendala mesti dihadapi guru maupun siswa selama proses belajar di rumah, salah satu hambatan sulitnya berkomunikasi secara efektif terkait pembelajaran.

Melihat berbagai kesulitan tersebut, di masa awal pandemi atau sekitar akhir Maret lalu, MTsN 5 Kulon Progo telah meluncurkan program e-learning yang terintegrasi dengan website madrasah http://mtsn-sidoharjo.sch.id. Walaupun masih dalam tahap percobaan dan pengembangan, namun e-learning ini sudah mampu mengakomodir kebutuhan guru maupun siswa dalam proses pembelajaran daring. Setidaknya selama semester genap tahun ajaran kemarin. Salah satu penerapannya yaitu saat PAT. Pelaksanaan PAT menjadi lebih mudah dengan adanya e-learning ini, baik untuk siswa maupun guru.

Kegiatan pembimbingan e-learning yang dimulai hari Senin (13/7/2020) ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 8 yang dibagi menjadi 3 kelompok kedatangan. Tujuannya tidak lain untuk menghindari adanya kerumunan siswa. Siswa yang datang langsung di cek suhu tubuhnya menggunakan alat pengukur suhu, kemudian diminta untuk mencuci tangan dengan sabun. Siswa yang kedapatan tidak memakai masker langsung diminta untuk pulang terlebih dahulu dan kembali dengan memakai masker. Adapun untuk pembimbingan e-learning kelas 7 dilaksanakan Rabu (15/7/2020) sedangkan untuk kelas 9 dilaksanakan di hari Kamis (16/7/2020).

Pembimbingan e-learning disampaikan oleh Wakaur Kurikulum, Ari Yulianti, SS., M.Pd. Ari menjelaskan dengan rinci tata cara penggunaan e-learning, mulai dari cara login, mengunduh materi, sampai cara mengerjakan dan mengumpulkan tugas. “Siswa diminta untuk menyalin setiap tugas yang diberikan dalam sebuah buku sebagai portofolio siswa. Nantinya, portofolio tersebut harus dikumpulkan oleh siswa setiap dua minggu sekali sebagai bukti keaktifan siswa dalam mengerjakan tugas,” tuturnya.

Selain tugas akademis, Ari juga menekankan pada pendidikan akhlak dan karakter. Siswa diminta untuk rutin beribadah dan rajin membantu orang tua selama di rumah.

“Sebagai tugas tambahan kaitannya dengan penilaian sikap, seluruh siswa harus rajin shalat dan taddarus serta membantu orang tua. Sebagai buktinya, nanti setiap kegiatan difoto dan dikirimkan ke guru wali,” pinta Ari.

Lebih lanjut, Ari menambahkan bantuan paket internet yang telah diberikan oleh madrasah hendaknya digunakan hanya untuk pembelajaran saja, bukan untuk hal lain.

“Bantuan paket internet yang siswa dapatkan dari madrasah, harap digunakan untuk pembelajaran daring saja. Jangan malah dipakai untuk asyik membuka sosmed atau bahkan untuk bermain game,” pungkasnya. (mic/abi)

Tetap sehat dan semangat

#LawanCovid-19

3 replies
  1. Mas Tarwaca
    Mas Tarwaca says:

    Bagus, sebagai tambahan, inovasi pembelajaran bila mungkin ada pendampingan belajar oleh guru pada siswa, dengan tetap melakukan memperhatikan protokol kesehatan.

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *