Desa Jatimulyo, Laboratorium Kerukunan di Kulon Progo

Kemenag (Jatimulyo)- Sebagai wujud memperkuat persatuan dan meningkatkan toleransi antar umat beragama Kankemenag Kabupaten Kulon Progo menggelar Pembinaan dan Dialog FKUB bertempat di Balai Desa Jatimulyo Kapanewon Girimulyo, Sabtu (18/09/2021).

Dalam pembinaan Kepala Kantor H.M.Wahib Jamil mengutarakan ditunjuknya Desa Jatimulyo sebagai Desa sadar kerukunan dikarenakan memiliki keistimewaan yang dibangun dari semua unsur lintas umat agama dan tingkat toleransi ada disini sangat tinggi, sehingga perlu dibangun dan ditumbuhkan kembali kebersamaan untuk menguatkan toleransi umat beragama dengan nilai-nilai moderasi beragama antara lain memiliki komitmen kebangsaan , dalam beragama hendaknya didasari dengan nilai cinta kasih sayang, ditumbuhkan toleransi serta tidak mempertentangkan adanya tradisi dan budaya.

Selain itu menekankan dan mengajak kepada para tokoh pemuka agama janganlah mengedepankan perbedaan pendapat pribadi namun kita utamakan kebersamaan dalam mencari solusi. Sudah menjadi sunatullah bahwa dalam kehidupan ada persoalan dan perbedaan namun hal tersebut hendaknya tergantung bagaimana kita menyikapi persoalan tersebut jangan dibalik meja namun manakala ada persoalan semestinya kita urai bersama untuk mencari solusi, ungkapnya.

Sebelumnya Ketua FKUB Kabupaten Kulon Progo Agung Mabruri Asrori menyerahkan bantuan stimulan kepada Desa Jatimulyo untuk membuat progam kegiatan gerakan Desa Sadar Kerukunan. Dalam pengantarnya Agung Mabruri menaruh harapan kepada Desa Jatimulyo diharapkan sebagai laboratorium kerukunan dari Kulon Progo untuk Indonesia sehingga toleransi yang sudah terbangun selama ini harus dipupuk terus dan diperkuat kembali.

Turut hadir sebagai narasumber dalam acara tersebut Kasubbag Umum dan Ortala Kanwil Kementerian Agama D.I.Yogyakarta Nur Ahmad Ghozali, Kepala Kesbangpol Kab.Kulon Progo Budi Hartono serta Eko Riyadi selaku Ketua Pusham UII (pusat studi hak asasi  manusia) serta dihadiri oleh para tokoh pemuka agama lintas agama di wilayah Kelurahan Jatimulyo.

Hal yang sama juga disampaikan Nur Ahmad Ghozali dalam menghadapi kondisi seperti ini dengan era digitalisasi yang begitu cepat kita dituntut kecerdasan dalam menerima informasi melalui media sosial diharapkan disaring terlebih dahulu sebelum dishare dan diteruskan ke pihak lainnya, setidaknya di cari  info kebenarannya sebelum diteruskan ke jejaring sosial. Bantuan yang telah diserahkan tersebut diharapkan membawa nilai manfaat dan optimal dalam mewujudkan moderasi beragama.

Sedangkan dari Pusham berharap agar bantuan dari FKUB yang telah diserahkan dapat dimanfaatkan dan dioptimalkan untuk kepentingan bersama diantaranya dengan membangun dan memperbanyak komunitas yang berbasis kerukunan. Janganlah agama dijadikan sebagai sumber persoalan namun hendaklah agama dijadikan sebagai sumber kerukunan. Acara berakhir dengan dialog dan diskusi interaktif untuk membahas progam kerja yang akan dilakukan untuk segera dibikin rencana tindak lanjut dan Pusham UII sendiri bersedia sebagai mentor untuk melakukan pendampingan agar progam yang telah dibuat sesuai dan tepat sasaran, pungkasnya.(dpj)

 

1 reply

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *