Seluruh Guru dan Pegawai Mandaku Ikuti Pembinaan GRC oleh Itjen Kemenag RI

Kulon Progo (MAN2KP) – Seluruh guru dan pegawai MAN 2 Kulon Progo mengikuti pembinaan oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Itjen Kemenag) yang diselenggarakan melalui platform Zoom. Kegiatan ini berlangsung di Theater Room, Gedung Pusat Pembelajaran Terpadu MAN 2 Kulon Progo, yang berlokasi di Jalan Pahlawan, Panjatan pada, Senin (24/03/2025).

Dalam kesempatan tersebut, materi utama yang disampaikan adalah Governance, Risk, and Control (GRC), sebuah pendekatan strategis dalam organisasi untuk memastikan tata kelola, manajemen risiko, dan pengendalian internal berjalan secara efektif dan selaras dengan peraturan yang berlaku.

GRC terdiri dari tiga komponen utama yaitu 1) governance (tata kelola) – proses, kebijakan, dan struktur yang memastikan keputusan dalam organisasi dibuat secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan tujuan strategis. 2) risk (manajemen risiko) – Identifikasi, analisis, dan mitigasi risiko yang dapat mempengaruhi operasional dan strategi organisasi, 3) control.

Pembinaan ini menghadirkan Dr. Hadi Purnomo, yang menekankan pentingnya kepatuhan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta lembaga-lembaga di lingkungan Kementerian Agama terhadap regulasi yang berlaku. Beliau juga menjelaskan tentang sumber pendapatan Kementerian Agama dan bagaimana Itjen melakukan pemantauan.

“Keterbukaan dalam penggunaan anggaran adalah kunci untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, serta pencegahan korupsi di lingkungan Kementerian Agama,” ujar Dr. Hadi Purnomo.

Kepala MAN 2 Kulon Progo, Hartiningsih, M.Pd., mengapresiasi partisipasi seluruh guru dan pegawai dalam pembinaan ini. Menurutnya, pemahaman tentang Governance, Risk, and Control (GRC) sangat penting untuk meningkatkan tata kelola madrasah yang lebih baik.

“Pembinaan ini sangat bermanfaat bagi seluruh pegawai dan guru MAN 2 Kulon Progo dalam memahami bagaimana tata kelola yang baik harus diterapkan di lingkungan madrasah. Dengan memahami prinsip-prinsip GRC, kami dapat meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta pengelolaan risiko dalam berbagai aspek di madrasah. Kami berharap ilmu yang didapat hari ini dapat diimplementasikan secara nyata dalam tugas dan tanggung jawab sehari-hari,” ujar Hartiningsih.

Sementara itu, Ketua Tim Pembangunan Zona Integritas MAN 2 Kulon Progo, Drs. Amir Ma’ruf, MA., menekankan bahwa pembinaan ini sangat relevan dengan komitmen madrasah dalam membangun Zona Integritas (ZI). Ia menyampaikan bahwa pemahaman GRC merupakan fondasi dalam mewujudkan madrasah yang bersih dan melayani.

“Pembangunan Zona Integritas di MAN 2 Kulon Progo bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang transparan, bebas dari korupsi, serta memberikan pelayanan terbaik bagi peserta didik dan masyarakat. Dengan adanya pembinaan ini, seluruh pegawai semakin memahami pentingnya tata kelola yang baik, mitigasi risiko, serta pengendalian yang ketat terhadap berbagai aspek administrasi dan keuangan. Ini adalah langkah konkret menuju madrasah yang lebih profesional dan berintegritas,” jelas Amir Ma’ruf. (gia/dpj)

2 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *