Kota Wakaf Kab. Kulon Progo Berjalan Lancar, Dapatkan Apresiasi dari Kanwil Kemenag DIY

Yogyakarta (Kankemenag DIY) – Bidang Penaiszawa Kanwil Kemenag D.I. Yogyakarta adakan Evaluasi Program Kota Wakaf Kabupaten Kulon Progo, Selasa (19/11/2025) bertempat di Kopi Thiwul87, Cafe and Resto Sokoreno Sentolo Kulon Progo.

Kabid Penaiszawa Kanwil Kemenag DIY, H. Nurhuda, S.Ag., M.Si., menyampaikan bahwa hanya ada beberapa Kabupaten di Indonesia ini yang terpilih dan ditetapkan sebagai Kota Wakaf. Butuh perjuangan keras dan seleksi yang ketat untuk bisa di tetapkan sebagai kota wakaf. Kulon Progo mempunyai potensi zakat yang besar dengan pendapatan Baznas terbanyak di DIY, sehingga potensi wakaf di Kulon Progo juga berpotensi besar.

”Alhamdulillah dengan perjuangan bersama akhirnya Kulon Progo di tetapkan sebagai Kota Wakaf. Pengelolaan dan pengembangan Kota Wakaf harus terukur. Sehingga diperlukan maping/ pemetaan dan koordinasi yang masif bagi semua yang terlibat di dalamnya,” ujar Nurhuda.

”Alhamdulillah Kota Wakaf di Kab. Kulon Progo dapat berjalan baik dan semakin berprogres. Terimakasih atas keterlibatan dari semua pihak yang mendukung program ini, semoga kedepan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan dan mampu mengurangi angka kemiskinan,” tuturnya.

” PR besar kita saat ini adalah bagaimana membuat program wakaf produktif ini menjadi bermanfaat bagi masyarakat dan menarik bagi investor. Mari kita galakan sinergi dengan berbagai pihak sehingga wakaf produktif ataupun wakaf uang dapat berjalan dengan baik, sehingga kedepan mampu menguatkan perekonomian masyarakat”, tambahnya.

Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kemenag Kulon Progo, Haris Widiyanto, S.H. melaporkan bahwa Jumlah lokasi wakaf sampai dengan akhir Juni  tahun 2025 sejumlah 2363 lokasi dengan total luasan 1.141.883 m2, tersebar di 12 Kapanewon seluruh Kulon Progo.

”Untuk wakaf produktif  berkerja sama dengan Baznas dan LAZ  sampai dengan akhir Juni  tahun 2025 sejumlah 16 lokasi dengan total luasan 13.631m2. Diantaranya UMKM ZEJE-MART yang dikelola Ponpes Zahrotul Jannah Giripeni Wates, Pangkalan Gas Elpiji dikelola PC Muhammadiyah Sentolo Kulon Progo kerjasama dengan PT Bummy Harapan Umat, Usaha Perkebunan Markisa dikelola diatas tanah wakaf Nazir  Muhammadiyah Galur, Usaha Air Mineral PCNU Kulon Progo di atas tanah wakaf Nahdlatul Ulama dengan tenaga kerja mustahik ,” papar Haris.

Haris menambahkan bahwa Kantor Kemenag Kulon Progo juga memberikan layanan bagi masyarakat dan kelompok rentan dengan sistem jemput bola dengan nama Layanan Wakaf Kulon Progo Sampai Jadi dan Terbit Sertifikat (Lawanku Jadi Terpikat). (don)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *