KUA Pengasih Adakan Pendampingan Spiritual dan Motivasi pada Lansia

Kulon Progo (KUA Pengasih) – Kesehatan spiritual menjadi fokus utama dalam pendampingan lansia di Pedukuhan Jamus, Pengasih, Kulon Progo, Rabu (19/11/2025), dengan menghadirkan Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Pengasih, Muhammad Munawir, S.Ag, yang memaparkan pentingnya menjaga “Qolbu” atau hati sebagai organ dalam yang menjadi pengendali utama seluruh perbuatan manusia.
“Ketika hati seseorang baik, maka orang itu akan berbuat baik, dan sebaliknya,” ujar Munawir.
Dalam paparannya, Munawir menjelaskan bahwa hati manusia memiliki tiga keadaan: Qalbun Maridlun (hati yang sakit, dipenuhi iri, dengki, dan sombong), Qalbun Mayyitun (hati yang mati, jauh dari keimanan), dan Qalbun Salim (hati yang selamat dari segala penyakit keimanan maupun moral).
Pentingnya menjaga Qalbun Salim ini diperkuat oleh firman Allah SWT dalam Q.S. As-Syu’ara [26]: 88-89 yang artinya “(Ingatlah) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan membawa hati yang salim (sehat)”.
“‘Kesehatan hati ini sangat krusial, terutama bagi para lansia. Mereka harus benar-benar berusaha keras menjaga hati agar tetap berada dalam kondisi Qalbun Salim,’ tegas Munawir.”
Untuk menjaga kesehatan hati, ia merujuk pada amalan lima perkara yang biasa disebut “Tombo Ati”:Satu;Membaca Al-Qur’an dan memahami kandungannya. Dua;Melaksanakan salat malam. Tiga;Berkumpul dengan orang-orang saleh. Empat;Memperbanyak puasa. Lima;Berzikir di malam hari.
Munawir menekankan bahwa kebiasaan berzikir, baik dengan lisan maupun hati secara kontinyu, akan memudahkan seseorang untuk selalu ingat kepada Allah SWT. Upaya ini sangat penting agar kelak, saat menghadapi sakaratul maut, lisan dan hati dimudahkan untuk menyebut nama-Nya.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Siapa pun yang akhir ucapannya (ketika menjelang ajal) kalimat La ilaha illallah maka ia masuk surga’,” kutipnya, menegaskan tujuan akhir dari menjaga hati.
Kegiatan tersebut turut dihadiri dari Puskesmas 1 Pengasih dan Penyuluh KB setempat, menunjukkan kolaborasi lintas sektor dalam membina kesejahteraan lansia secara holistik.
Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala KUA Pengasih, Yusma Alam Rangga H, S.H.I., M.S.I., menyatakan dukungannya penuh. Ditemui di ruang kerjanya, beliau menyampaikan, “Pembinaan mental dan spiritual bagi lansia adalah hal yang wajib dilakukan secara berkesinambungan. Dengan hati yang sehat (qalbun salim), diharapkan para lansia dapat menjalani masa tua dengan damai, tenang, dan tetap produktif dalam kebaikan. KUA Pengasih siap terus bersinergi dengan pihak terkait untuk program-program yang bermanfaat seperti ini.” pungkasnya.(lua/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!