MAN 2 Kulon Progo, Paparkan Implementasi Teaching Factory pada Rakernas KKMA Plus Keterampilan Nasional 2025

Serpong (MAN2KP) – Implementasi Teaching Factory (Tefa) sebagai inovasi pembelajaran berbasis produksi dan kewirausahaan menjadi materi utama yang dipaparkan oleh Imam Muttaqien, Kepala Unit Produksi Program Keterampilan MAN 2 Kulon Progo, dalam Rakernas Pengurus KKMA Plus Keterampilan Nasional Tahun 2025 yang berlangsung pada (11–13/11/2025) di Grand Hotel Serpong, Jakarta.

Melalui paparannya, Imam menjelaskan bahwa Tefa merupakan pendekatan pembelajaran yang menghadirkan suasana dunia usaha dan dunia industri ke lingkungan madrasah.

Dalam sesi yang tergabung dalam Diskusi II bertema “Strategi Implementasi TEFA pada KKMA Plus Keterampilan Siap Kerja,” Imam Muttaqien tampil sebagai narasumber dan didampingi oleh Hartiningsih, M.Pd., Kepala MAN 2 Yogyakarta, yang bertugas sebagai moderator. Kehadirannya mendapatkan perhatian besar dari peserta karena MAN 2 Kulon Progo dikenal sebagai salah satu madrasah keterampilan yang berhasil mengembangkan model Teaching Factory secara konsisten.

Dalam penyampaiannya, Imam Muttaqien memaparkan materi dalam dua sesi yaitu:

  • Sesi pertama berlangsung selama dua jam, disampaikan di hadapan guru-guru keterampilan seluruh Indonesia.
  • Sesi kedua juga berdurasi dua jam, disampaikan di hadapan seluruh kepala dan perwakilan MA Plus Keterampilan se-Indonesia.

Ia menegaskan bahwa Teaching Factory memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi peserta didik. “Melalui Teaching Factory, siswa tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga terlibat langsung dalam proses produksi dan manajemen usaha. Program ini menjembatani pembelajaran di kelas dengan kebutuhan dunia kerja dan industri,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa penerapan Tefa di MAN 2 Kulon Progo dikembangkan melalui inovasi MANDEMOTEFA, yang merupakan penguatan dari program MANDUDI (Madrasah Andalan Dunia Usaha dan Dunia Industri). Inovasi ini telah mendapatkan pengakuan nasional setelah berhasil meraih Top 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) dari Kementerian PAN-RB RI pada tahun 2019.

MANDEMOTEFA menjadi bentuk nyata integrasi antara pembelajaran keterampilan dan kebutuhan dunia kerja, yang diwujudkan melalui lima program keterampilan unggulan di MAN 2 Kulon Progo, yaitu:

  1. Tata Boga
  2. Tata Busana
  3. Desain Komunikasi Visual (DKV)
  4. Teknik Audio Video (TAV)
  5. Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian (APHP)

Dengan paparan tersebut, Imam Muttaqien berharap pendekatan Teaching Factory dapat direplikasi oleh madrasah-madrasah lain di Indonesia agar lulusan MAK dan MA Plus Keterampilan semakin memiliki daya saing dan siap memasuki dunia kerja maupun dunia industri. (gia/dpj)

3 replies
  1. Riza Faozi
    Riza Faozi says:

    Terima kasih ustadz Imam atas ilmu dan pengalamannya dlm strategi mengoptimalisasi sumber daya sbg Madrasah plus ketrampilan utk trs eksis dan membawa dampak kebermanfaatan membangun perekonomian dan kemandirian umat..

    Balas

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *