Pengajian Aparat KUA Sentolo, Puasa Sebagai Penguat Ruhani Anak Bangsa

Kulon Progo (KUA Sentolo) – Meraih kebahagiaan hidup dunia dan akherat merupakan salah satu tujuan hidup bagi manusia. Namun demikian, setiap perbuatan ibadah haruslah didasari dengan ilmu yang bersumber dari Rosulullah SAW, termasuk dalam hal ini adalah ibadah puasa. Hal tersebut disampaikan dalam  dalam pengajian aparat yang diselenggarakan pada Rabu (19/11/2025) pagi di Mushola Al Ikhlas komplek kantor Kapanewon Sentolo.

Pengajian aparat setiap Rabu pagi tersebut dihadiri sebanyak 30 peserta, baik dari ASN KUA Sentolo maupun dari Kapanewon Sentolo. Selain untuk menguatkan kualitas spiritual masing-masing ASN, forum tersebut juga sebagai ajang silaturrahim dan koordinasi antar lembaga.

Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Dzakiyyul Hikam selaku Penyuluh Agama Islam KUA Sentolo hadir sebagai narasumber. Disampaikan Gus Hikam (panggilan akrab Muhammad Dzakiyyul Hikam) bahwa ketika seorang akan menjalankan puasa, maka harus mengetahui syarat, rukun dan hal-hal yang membatalkan puasa. Hal itu dimaksudkan agar ibadahnya benar secara syariat dan tidak membuat aturan ibadah sendiri.
“Setiap ibadah harus dilandasi dengan ilmu, maka dari itu sudah seharusnya setiap muslim senantiasa terus mengaji, khususnya mengaji ilmu fikih supaya supaya tahu tata cara ibadah yang benar” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan Gus Hikam bahwa ibadah puasa mempunyai syarat dan rukun yang harus dipenuhi. Adapun syarat wajib puasa meliputi Islam, baligh (dewasa), berakal sehat dan kuasa (mampu) mengerjakan puasa. “Bagi seseorang yang sudah memenuhi empat syarat tersebut, maka wajib puasa, khususnya puasa ramadhan” imbuhnya.

Selain syarat wajib puasa, ada syarat sah dan rukun puasa yang harus dipenuhi bagi seorang yang akan mengerjakan puasa. Ketika salah satu dari rukun ini tidak terpenuhi maka puasanya tidak sah. Adapun syarat sah dan rukun puasa meliputi niat dan menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa. Bagi yang akan berpuasa ramadhan atau puasa wajib lainnya seperti puasa nadzar atau puasa qadla, maka wajib berniat dimalam hari.
“ketika sedang berpuasa, maka wajib menjaga dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum disiang hari, berhubungan badan atau jima’ disiang hari dan muntah dengan disengaja. Bagi yang melakukan salah satu dari tiga hal tersebut maka puasanya menjadi batal” pungkasnya.

Pengajian rutin aparat KUA dan Kapanewon Sentolo diawali dengan tadarus Al Qur’an dan diakhiri dengan tanya jawab dari jamaah. Kegiatan seperti akan terus dilaksanakan sebagai upaya membangun SDM yang tidak hanya kuat secara jasmani, tapi juga ruhani. (skd/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *