Penyuluh Agama KUA Panjatan, Berikan Pendampingan Latihan Dasar Kepemimpinan OSIS Sekolah

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Sebanyak 28 siswa pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMP N 5 Wates periode 2025/2026 mengikuti kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) OSIS yang dilaksanakan pada Senin (18/11/2025). Kegiatan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Memorial Camp, Banaran, Sentolo, Kulon Progo.

Penyuluh Agama Islam KUA Panjatan Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd., , hadir sebagai narasumber utama dan ‘pemantik’ diskusi, membekali para pengurus OSIS dengan materi fundamental tentang Adab dan Tata Krama demi mewujudkan kepemimpinan yang berintegritas.

Dalam sesinya, Nofi menekankan prinsip kepemimpinan seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari kecerdasan, tetapi juga dari adab dan karakternya. “Adab merupakan prinsip moral dan etika internal yaitu tentang apa yang diyakini seseorang (seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kerendahan hati)”, jelas Nofi.

“Tata Krama merupakan  cara mengekspresikan adab dalam perbuatan dan sikap sehari-hari—yaitu tentang bagaimana seseorang bersikap (termasuk cara berbicara, cara berpakaian, dan tata krama saat rapat)”, tambahnya.

Lebih lanjut, Nofianti menegaskan peran sentral OSIS sebagai teladan, di mana mereka adalah wajah dan cerminan dari seluruh siswa di sekolah. Sikap yang baik dari OSIS akan membangun rasa hormat (wibawa) di kalangan siswa lain, bukan rasa takut, serta memastikan komunikasi yang santun dan sopan demi kelancaran semua program kerja organisasi.

Materi ini juga memberikan panduan praktis mengenai penerapan tata krama dalam berbagai aspek di sekolah. Terhadap Guru & Staf Sekolah, penting untuk memperhatikan komunikasi dengan menggunakan bahasa baku dan sopan, baik lisan maupun melalui chat.

“Selain itu, pengurus OSIS harus memiliki sikap proaktif, seperti mengetuk pintu sebelum masuk, mengucapkan salam, dan menawarkan bantuan jika guru terlihat repot. Terhadap Sesama Siswa, pengurus OSIS diingatkan bahwa mereka adalah pemimpin, bukan penguasa, sehingga harus merangkul semua siswa dan menghindari bersikap eksklusif atau ‘geng-gengan’. Mereka juga harus menjadi pendengar yang baik,” pungkasnya.

Terakhir, tantangan baru Adab di Era Digital disoroti, dengan penekanan pada etika media sosial dan komunikasi profesional. Di era ini, pengurus OSIS harus menerapkan prinsip “Think Before You Post” untuk menjaga nama baik sekolah dan organisasi, serta berkomunikasi secara sopan dan profesional, menghindari spamming atau candaan berlebihan di grup daring.

Kegiatan LDK ini diharapkan menjadi bekal penting bagi para pengurus OSIS SMP N 5 Wates untuk menjalankan peran mereka sebagai pemimpin yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki adab dan karakter mulia.(nof/dpj)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *