KUA Panjatan Gandeng PPKH Bojong, Perkuat Kesadaran Pendidikan Anak

Kulon Progo (KUA Panjatan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kapanewon Panjatan kembali menunjukkan komitmennya dalam pembangunan keluarga berkualitas melalui kegiatan Pusaka Sakinah. Dalam sesi terbaru, KUA Panjatan berkolaborasi strategis dengan Program Keluarga Harapan (PPKH) Kalurahan Bojong, Jum’at (5/12/2025)
Dalam kolaborasi tersebut Galih Mahendra dari PPKH ini fokus pada penyampaian penyuluhan krusial mengenai pentingnya pendidikan bagi anak sebagai fondasi masa depan keluarga dan sebagai upaya bentuk pencegahan penelantaran pada anak.
Pertemuan yang dihadiri oleh para peserta Program Keluarga Harapan (PKH) tersebut berjalan dengan antusiasme tinggi. Kegiatan ini bukan hanya sekadar sosialisasi, tetapi menjadi ruang diskusi yang interaktif mengenai tantangan dan peluang dalam mendidik anak di era modern, memastikan setiap anak mendapatkan hak fundamental mereka atas pendidikan yang layak.
Kepala KUA Kapanewon Panjatan, Basid Rustami, S.Ag., selalu menekankan bahwa peran KUA sangat luas, tidak hanya melampaui urusan pernikahan semata, akan tetapi juga mencakup pembinaan ketahanan keluarga secara menyeluruh. Beliau mengapresiasi sinergi yang terjalin dengan PPKH Kalurahan Bojong sebagai upaya kolektif. “Pendidikan merupakan investasi terbaik bagi anak-anak kita. KUA berkomitmen untuk terus menjadi mitra masyarakat dalam membangun keluarga yang kokoh, berdaya, dan menyadari bahwa kecerdasan spiritual dan intelektual anak harus berjalan seimbang demi terwujudnya keluarga sakinah,” ujar Basid Rustami.
Penyuluh KUA Panjatan, Nofianti, S.Pd.Si., M.Pd., yang menyampaikan perspektif penting pendidikan anak dari sisi agama Islam, yang menjelaskan bahwa pendidikan adalah perintah pertama dalam Al-Qur’an, sebagaimana tertera dalam wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad SAW.
Lebih lanjut ia mengungkapkan pentingnya penanaman nilai agama sejak dini untuk membentuk karakter yang kuat dan berakhlak mulia. Ia menegaskan, tanggung jawab pendidikan bukan hanya ada di pundak sekolah, melainkan bermula dari rumah. “Dalam Islam, menuntut ilmu itu wajib hukumnya, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Pendidikan agama dan umum harus kita fasilitasi agar anak memiliki bekal dunia dan akhirat. Anak yang berpendidikan adalah jaminan ketahanan keluarga di masa depan,” jelas Nofianti.

Sedangkan Fajar Munggih Nugrahini, S.Sos., berfokus pada dampak pendidikan terhadap kesejahteraan sosial dan ekonomi keluarga. Ia menyoroti bahwa tingkat pendidikan yang baik berkorelasi langsung dengan peningkatan kualitas hidup dan pemutusan rantai kemiskinan.
“Pendidikan yang memadai akan membuka lebih banyak peluang kerja dan kemandirian ekonomi bagi anak-anak kita kelak,” tutur Fajar Munggih Nugrahini. “Peran orang tua dalam memotivasi dan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif di rumah menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan anak,” lanjutnya.
Kegiatan penyuluhan ini ditutup dengan komitmen bersama antara KUA Panjatan dan PPKH Kalurahan Bojong untuk terus mengadakan program-program edukatif yang mendukung terwujudnya keluarga harmonis, terdidik, dan sejahtera.(nof/dpj)



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!