Isra’ Mi’raj: Perjalanan Spiritual Agung Melampaui Batas Logika

Oleh: Tsurayya Nibras
Siswa MTs Darul Ulum Muhammadiyah Galur
Isra’ Mi’raj merupakan salah satu peristiwa paling spektakuler dalam sejarah Islam. Perjalanan malam yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW ini bukan sekadar perjalanan fisik. Melainkan sebuah demonstrasi kekuasaan Allah SWT dan penghormatan tertinggi kepada Rasul-Nya.
Peristiwa ini terdiri dari dua bagian utama yang terjadi dalam satu malam yang sama:
- Isra’: Perjalanan darat dari Masjidil Haram (Mekkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina). Jarak yang biasanya ditempuh berbulan-bulan dengan unta, diselesaikan hanya dalam sekejap mata menggunakan Buraq.
- Mi’raj: Perjalanan vertikal dari Masjidil Aqsa naik menembus tujuh lapis langit menuju Sidratul Muntaha. Tempat tertinggi, di mana Nabi menerima perintah langsung dari Allah SWT.
Amul Huzni (Tahun Kesedihan)
Isra’ Mi’raj tidak terjadi tanpa alasan. Peristiwa ini turun sebagai penghibur saat Nabi Muhammad SAW berada pada titik terendah dalam hidupnya. Beliau baru saja kehilangan dua sosok pelindung utama:
- Siti Khadijah: Istri tercinta yang merupakan pendukung finansial dan moral pertama.
- Abu Thalib: Paman Nabi yang menjamin keamanan fisik beliau dari gangguan kaum Quraisy.
Di tengah kesedihan dan tekanan hebat dari penduduk Thaif, Allah “mengundang” Nabi ke langit untuk memperlihatkan bahwa meskipun penduduk bumi menolaknya, penduduk langit sangat memuliakannya.
Momen-Momen Penting dalam Perjalanan
Selama perjalanan Mi’raj, Nabi Muhammad SAW mengalami berbagai perjumpaan suci:
- Pertemuan dengan Para Nabi: Nabi Muhammad mengimami salat para Nabi terdahulu di Masjidil Aqsa, menandakan kepemimpinan beliau atas seluruh risalah samawi.
- Menembus Langit: Di setiap tingkatan langit, beliau disambut oleh Nabi-nabi terdahulu seperti Nabi Adam, Nabi Isa, Nabi Yusuf, hingga Nabi Ibrahim.
- Perintah Salat: Awalnya Allah memerintahkan salat 50 waktu dalam sehari. Namun, atas saran Nabi Musa AS dan kasih sayang Allah, jumlah tersebut dikurangi hingga menjadi 5 waktu saja, namun dengan nilai pahala yang setara dengan 50 waktu.
Hikmah dan Esensi bagi Umat Muslim
Peristiwa ini membawa pesan-pesan mendalam yang tetap relevan hingga saat ini:
- Salat sebagai Mi’raj-nya Mukmin: Jika Nabi naik ke langit untuk bertemu Allah, maka umatnya “bertemu” dengan Allah melalui salat. Salat adalah sarana komunikasi paling intim antara hamba dan Pencipta.
- Pentingnya Iman di Atas Logika: Isra’ Mi’raj menguji siapa yang benar-benar beriman. Saat banyak orang kafir mencemooh cerita Nabi, Abu Bakar Ash-Shiddiq tampil membela dengan keyakinan penuh, mengajarkan kita untuk percaya pada wahyu meskipun akal terbatas.
- Keseimbangan Dunia dan Akhirat: Perjalanan horizontal (Isra’) melambangkan hubungan sesama manusia (Hablum Minannas), sedangkan perjalanan vertikal (Mi’raj) melambangkan hubungan dengan Tuhan (Hablum Minallah).
Isra’ Mi’raj adalah pengingat bahwa setelah setiap kesulitan yang menyesakkan dada, Allah telah menyiapkan kemuliaan bagi mereka yang bersabar. Bagi umat Islam, memperingati peristiwa ini berarti memperbarui komitmen terhadap salat dan memperkuat keyakinan akan kebesaran Allah yang melampaui segala hukum alam.



Leave a Reply
Want to join the discussion?Feel free to contribute!