Janji di Malam yang Suci

Oleh: Arfan Anindito
Siswa MTsN 6 Kulon Progo

Malam menggendong sunyi,
Seakan seluruh semesta menahan napasnya.
Di antara gemintang yang mengintip,
Namamu terucap lembut seperti rahasia yang dijaga.

Langit pertama terbuka,
Lalu langit berikutnya,
Seperti pintu-pintu cahaya
Yang menanti kedatangan seorang tamu mulia.

Setiap lapisan semesta menjadi saksi,
Bahwa perjalanan ini bukan sekadar kisah,
Melainkan undangan Ilahi
Yang hanya diberikan pada hati yang paling jernih.

Dan ketika perintah suci itu turun,
Tak ada dentuman,
Tak ada paksaan,
Hanya kedamaian yang menyentuh dunia.

Maka aku pun berjalan,
Menapaki janji yang kubuat sendiri,
Panjangnya seperti jalan tua yang tak pernah putus,
Membentang dari kerak bumi hingga ke relung jiwa.

Setiap langkah menjadi pengingat,
Bahwa kewajiban ini bukan beban,

Melainkan jembatan pulang
Ke tempat di mana cahaya pertama kali mengenal namaku.

Kukuh jadikan ia penjaga hariku,
Penyambung rinduku,
Dan arah agar aku tak tersesat
Di padang hidup yang sering terasa terlalu luas.

Jika jalan Dendelas memanjang tanpa lelah,
Maka biarlah janji ini juga begitu,
Terus melaju,
Melewati hari-hari yang kusut,
Sampai akhirnya aku kembali
Ke Dia yang dulu mengundangmu naik ke langit.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *